Saturday, September 28, 2019

SSG Tidak di SSG Lagi

Selama ini IPOMS Chapter Surabaya telah mengadakan SSG (Surabaya Study Group) sebanyak 34 kali, dimana semua kegiatan SSG tersebut selama ini selalu diadakan di kota dengan kode telepon 031, yaitu kota SSG (Surabaya Sidoarjo Gresik).

Namun akan berbeda untuk SSG-35, karena akan diadakan di luar kota SSG. Tepatnya akan diadakan di kota Nganjuk.


Beberapa waktu lalu beberapa Pengurus IPOMS Chapter Surabaya sudah menyempatkan untuk survey lokasi yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan Study Group yaitu yang akan dilaksanakan di ROROJONGGRANG Cafe & Resto, tepatnya di Jl. Barito No.51, Mangundikaran, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64415.

Bagi yang berminat untuk ikut Study Group silahkan mengisi pendaftaran di http://bit.ly/SGS35
atau bisa menghubungi melalui WA nomor 0812 3666 9624

Thursday, September 26, 2019

Thinking Supply Chain


Prediction 6: By 2024, Over 60% of G2000 Manufacturing Organizations Will Rely on Artificial Intelligence Platforms to Drive Digital Transformation Across the Supply Chain, Leading to Productivity Gains of Over 20%

The past few years saw a massive increase in the globalization drives that have led to increased complexity across the complete supply chain networks. The number of digital transformation drives has increased exponentially in the past few years as substantiated by the following: According to IDC's customer insights, digital transformation spend in 2017 in the manufacturing sector amounted to $316 billion and is expected to grow at a CAGR of 18.8% for 2017–2021.

The growth of 3rd Platform technologies such as mobility, cloud, and analytics will continue to have a strong bearing on the way data generated would be monitored and consumed. In addition, the data analysis that is done will lead to further insights that can help organizations realize the untapped value in the existing supply chains. Bringing in automation along with critical data points will enhance the decision-making ability and bring in an element of cognition in the operational supply chain platforms and bring us one step closer to the thinking supply chain.

Further, this unstructured data will also aid in bringing context to business problems, making the solutions comprehensive, which can positively impact productivity across the value chain. Currently,organizations are looking to apply machine learning algorithms to automate tasks such as supplier selection, logistics route optimization, and inventory management that has resulted in significant savings and seamless data streams effectively increasing the overall efficiency and productivity.

-

Prediksi 6: Pada tahun 2024, Lebih dari 60% Organisasi Manufaktur G2000 Akan Andalkan Platform Inteligensi Buatan untuk Mendorong Transformasi Digital Rantai Pasokan, Menuju Peningkatan Produktivitas Lebih dari 20%

Beberapa tahun terakhir melihat peningkatan besar dalam dorongan globalisasi yang menyebabkan peningkatan kompleksitas di seluruh jaringan rantai pasokan lengkap. Jumlah drive transformasi digital telah meningkat secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir sebagaimana didukung oleh hal-hal berikut: Menurut IDC wawasan pelanggan, pembelanjaan transformasi digital pada 2017 di sektor manufaktur berjumlah $ 316 miliar dan diperkirakan akan tumbuh pada CAGR 18,8% untuk 2017-2021.

Pertumbuhan teknologi Platform ke-3 seperti mobilitas, cloud, dan analitik akan terus memiliki sangat bergantung pada cara data yang dihasilkan akan dipantau dan dikonsumsi. Selain itu, datanya analisis yang dilakukan akan mengarah pada wawasan lebih lanjut yang dapat membantu organisasi mewujudkan nilai yang belum dimanfaatkan dalam rantai pasokan yang ada. Membawa otomatisasi bersama dengan poin data penting akan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan membawa unsur kognisi dalam platform rantai pasokan operasional dan membawa kita selangkah lebih dekat ke rantai pasokan berpikir.

Selanjutnya, data yang tidak terstruktur ini juga akan membantu dalam membawa konteks masalah bisnis, membuat solusi komprehensif, yang dapat berdampak positif terhadap produktivitas di seluruh rantai nilai. Saat ini, organisasi mencari untuk menerapkan algoritma pembelajaran mesin untuk mengotomatisasi tugas-tugas seperti pemasok seleksi, optimalisasi rute logistik, dan manajemen persediaan yang menghasilkan signifikan penghematan dan aliran data tanpa batas secara efektif meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan.


Sumber :
IDC FutureScape: Worldwide Manufacturing 2019 Predictions

Sunday, September 22, 2019

What Next?


Opinion Day #14
Oleh : Anang Fahmi (SSG-144)

Banyak hal yang dibicarakan terkait IPOMS, seputar analisa kegiatan terakhir sampai pada hal bedah kepengurusan  sebuah organisasi.  Assessment, strategi dan taktik tak luput menjadi secuil pembahasan. Revenue Stream sebagai BBM organisasi dan logistik supply chain organisasi. Supply Chain disini dimaksudkan adalah supply and demand dari anggota dan lingkungan diluar IPOMS.

Yang menjadi menarik di perkembangan sebuah organisasi atau komunitas adalah definisi ANGGOTA yang notabene merupakan inti dari sebuah komunitas atau organisasi tersebut. Bagaimana kah definisi anggota atau member? 

Bisakah kita memetakan ulang anggota di masa ini? Bisakah kita membuat grand strategi pengelolaan organisasi  yang tertuang dalam bentuk mindmap berikut penjelasan rincinya? 

YES, that’s the point

Di Era VUCA seperti yang dijelaskan oleh Bapak Agung, tantangan kita sebagai pengurus adalah menjadi lean dan agile. Rencana kerja sudah dibuat, strategi pembagian tugas dan wewenang kepengurusan juga sudah disampaikan.

So, what next? 

That answer depend on us for getting things done. Kita memiliki karakter, pengalaman dan kesibukan yang luar biasa, sejarah dan data perjalanan organisasi IPOMS periode sebelumnya dan semua itu adalah sebuah parameter input.  Termasuk juga tipe kepengurusan ini yaitu Volunteer, walau juga kita perlu modifikasi volunteer seperti apakah ini?



Wednesday, September 18, 2019

Creative Content Writer Admin



IPOMS Chapter surabaya

We're Looking for
Creative Content Writer Admin 
(Part time)

Do you have what we're looking for? Apply today!

Application Deadline:
24-09-2019

Submit Your Resume Today!

Tertarik dengan dunia Supply Chain Management, Production and Operation Management.
Menyukai dan aktif bidang media sosial.
Membuat editorial (daily / weekly content) dan schedulling post.
Mampu untuk berkembang dan belajar hal baru.
Akan mendapatkan training dari Divisi IT, Media & Comm.

Kirimkan CV anda ke email surabayastudygroup@gmail.com

Monday, September 16, 2019

Testimoni Study Group ke-34 & Ide FGD


Belum 1 hari para member IPOMS Chapter Surabaya selesai berdiskusi dan melakukan Study Group di kampus MMT-ITS, ternyata kemudian berlanjut diskusinya di media online, di whatsapp group. Beberapa member memberikan apresiasi dan masukan mengenai acara Study Group ke-34 kemarin, diantaranya yaitu :

SSG-087 Budi Purwanto : kasih quetioner kepeserta. apa strenght dan weakness dari acara kemarin dan harapan dari peserta untuk masukan pengurus
SSG-172 Andri Sofyan : 👍 sukses IPOMS, pertahankan terus 💪
Rico : Sukses IPOMS Surabaya 🤩
SSG-162 Robi Fajarillah Rangkuti : Sekali sekali kasih study kasus, anggota ipoms beri solusi masing2, yg di email kan ke email ipoms, jawaban dan analisa terbaik di beri apresiasi
SSG-204 Rusdi : Semoga ilmu dan presentasenya membuka wawasan kita utk melangkah lagi ke depan
SSG-184 Sutjipto : Trims, sama2 p. Yanuar, Smg FGD ini langgeng.
SSG-154 Sambodo : Sukses trus buat IPOMS
SSG-118 Joko Seget : Baik pak, Terima kasih banyak atas ilmu baru nya
SSG-200 Noviansyah SSG: Terima kasih kepada semua Pengurus SSG dan IPOMS. Sukses terus.
SSG-152 Achamd SSG : Terimakasih juga pak telah menyelenggarakan acara yg luar biasa . Kami tunggu acara2 selanjutnyaa



Testimoni yang masuk kemudian berlanjut menjadi diskusi online, setelah Cak Amik mengemukakan ide dan kegiatan IPOMS Chapter Surabaya selanjutnya : "Insya allah akan diadakan FGD per disiplin/issue. Bagi temen2 IPOMS yang punya ide tema FGD sambil kopdar kecil2ab bisa disampaikan disini or melalui pengurus utk bisa difasilitasi".

Dan disambung oleh pak Agung Ektika : "Sesuai info dari Cak Amik diatas kami akan fasilitasi juga per sector topics diskusi nah monggo di list dulu kira2 apa yg menjadi prioritas dari pain poin yg ada ... kemudian baru bisa diskusi sektoral agar lebih fokus"

Lalu Arif R mengatakan bahwa yang menarik sebenarnya meneruskan yang kemarin, yaitu tentang UMKB & PLB.

Dan akan menarik apalagi jika dibantu menciptakan distribusi se-Indonesia. Misalnya dengan membuat kan DC (stokist), seluruh Indonesia, dibuatkan start up baru oleh pengusaha-pengusaha dagang produk UKM. Sehingga kemudian kita bermain di system dan distribusinya.

Selain itu juga ada topik yang menarik lainnya yaitu mengenai Road_train, yang kemarin sempat disinggung oleh pak Ahau dan pak Wahyu, yaitu utilisasi tol trans jawa untuk pemerataan pembangunan Jawa. Serta yang tak kalah menarik adalah mengenai utilisasi kargo via kereta api.

Untuk tol masih dirasa kemahalan, sekali trip sekitar 1.3 jutaan , kalau bisa turun dibawah 800 ribu mungkin bisa menjadi oke. Sehingga tol lebih sesuai dan lebih tepat untuk pengiriman ekspress dan urgent aja.

Dua ide yang sangat menarik, syukur-syukur nanti banyak FGD bisa tercipta banyak startup lokal baru atau minimal membantu masing-masing company dalam improvisasi dan "solve the pain". Kolaborasi dan korporaritasi.

Beberapa pain yaitu diantaranya adalah :
  1. Pengalaman dari yang melakukan kajian surface untuk shifting distribusi barang di jawa, dari Truck ke Kereta Api & Tol Laut, bahwa kendala utamanya masih di infrastruktur.
  2. Kereta api masih belum bisa semua tujuan menerima container, sehingga masih ada PR yang harus dikerjakan. Juga vendor untuk penerusan barang-barang kecil. Support vendor di daerah juga masih minim.

Semua pain diatas dikarenakan belum banyak yang ngelirik.

Harusnya metode pengiriman ini bisa lebih optimal layanannya, ada salah satu member yang pernah punya pengalaman cargo dari Cikarang ke Mojokerto yang sampainya hingga 10 hari, padahal status nya FCL bukan LCL.

Saat ditawarkan loss cargo on flat deck, namun tidak berani karena alasan safety.

Secara prinsip harusnya bisa lebih murah, hanya saja apakah karena marketing development-nya masih "tradisional" sehingga tidak bisa jadi solusi?

Ada pengalaman dari customer salah satu member IPOMS yang pakai kereta api (kalog) dan land transport, dengan kereta issue-nya masih lead time yang lebih panjang padahal rate-nya lebih murah, yang perlu dipikirkan bagaimana cara agar lead time kereta sama atau lebih baik dari land transport.

Lead time-nya lebih lama, jika saja bisa ada pemanfaatan lahan disamping tol sekarang untuk KA kargo, jadi tidak 1 rel dengan KA angkutan orang, serta ada pemisahan per gerbong barang per wilayah tujuan, mungkin bisa lebih cepat.

Selain lead time, challenge utamanya ada pada Logistic Cost. Tidak banyak port di Indonesia yang mampu handle bulk vessel 10.000 ton. Ternyata masih ada parameter lain yang harus di-consider. Parameter tersebut diantaranya adalah :
  1. Frekuensi, pihak KAI expect untuk delivery rutin (daily/weekly based) dimana kebutuhan kami hanya monthly loading. Jadi kami planning bikin beberapa lokasi pabrik (smaller capacity), dan local warehouse, untuk monthly collecting sewaktu akan loading ke vessel.
  2. Infrastruktur, untuk 1 rangkaian kereta bulk loading, minimal gerbong sekitar 15 gerbong, up to 20 gerbong. Belum semua stasiun ready, dan ada possibility untuk menambah fasilitas (yang belum jelas akan jadi scope siapa) 
  3. Lead Time, akan riskan jika lead time tidak bisa dipastikan karena loading bulk material to vessel biasanya hanya limited time. Dari pengalaman sebelumnya, harus bisa selesai loading to vessel 10.000 ton dalam waktu hanya 4 hari. Jika ada delay akan berimplikasi signifikan
Semua parameter yang disampaikan diatas rasanya diskusi online tidak akan cukup kecuali dibawa ke next Study Group.

Karena memang angkutan via kereta ini menarik dibahas karena secara teori lebih efektif dan efisien, cuma di sini masih banyak kendalanya. Beberapa pengalaman yang juga sempat mau mencoba, terkendala lead time, bahkan sekarang malah tutup depo yang ada di Waru.

Kendala adalah sajian untuk dibahas.

Pilihannya jika tidak dibahas di next Study Group, setidaknya dilanjutkan ke webinar pertama IPOMS Surabaya. Diskusi via web conference.

Let's do the IPOMS webinar.

Test Case


Dari hasil sambungan diskusi tadi di Kopi Soe ...

The final examinated adalah saat rekan-rekan semua meng-arranged pengiriman tas Pak Ahau, sebagai test case dari beliau. Bagaimana kita yang bisa mengadakan acara tapi secara practical dapat berkolaborasi dan mempraktikkan langsung how to manage the best supply chain thru real game/quiz dan dengan lead time yang begitu pendek finally dapat mendeliver on time, kombinasi robust first mile and last mile.

Padahal acara tetap berlangsung, operasi senyap.

(baca artikel : Sebuah Tas, dan Rahasia di Dalamnya)

Very Well managed. 

Once again all the best. 


5 Kesalahan Umum Manajer

OpinionDay #13
Oleh : Wijanarko Kertowijoyo (SSG-009)

Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.

Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka ‘kurang baik’ sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.

5 Kesalahan Umum Manajer:

1. Bicara merendahkan

Bila atasan anda bicara kepada anda sambil menunjuk-nunjukkan telunjuknya ke muka anda, apa yang ada dalam benak anda? Kemungkinan besar adalah pertanyaan yang lebih keras dari kata-kata boss anda yang bicara: ‘Dia pikir dia siapa?’. Kejadiannya tak akan beda bila anda melakukan hal itu kepada personil anda. Bicara merendahkan akan membuat perhatian personil anda tidak fokus kepada materi yang dibicarakan, tetapi lebih kepada gaya bicara anda yang menyakitkan.
Setiap orang tentu merasa punya nilai-nilai yang dibanggakan dan tak ingin dianggap lebih rendah. Setiap orang ingin ‘disejajarkan’. Maka bila anda bicara merendahkan kepada karyawan anda, dia akan langsung berpikir tentang kelemahan anda, berusaha memotong ketinggian anda supaya dia tetap merasa ‘selevel’ dengan anda.

2. Melebih-lebihkan

Menurut David D. Burns, ahli psikoanalisa, melebih-melebihkan (exaggerating) adalah salah satu dari gejala pikiran terdistorsi paling umum pada setiap orang. Bila anda mendapati karyawan anda terlambat, lalu anda berkata ‘mengapa kamu selalu terlambat?’ anda mungkin sudah berlebihan. Personil anda cenderung akan berpikir ‘Selalu? 2 kali dalam sebulan dibilang selalu?’. Masih untung bila dia juga berpikir ‘Ya, seharusnya ini memang tidak boleh terjadi’.

Berlebihan bisa dalam bentuk: Penggunaan kata superlatif seperti ‘selalu’, ‘terlalu’, ‘sering’, ‘paling’, atau mengarah pada sifat (attitude) seperti ‘tak mau berusaha’, ‘tak menghargai waktu’, ”malas’, ‘tak menghargai aturan’ dan sebagainya.

Kerugian bila anda berlebihan adalah: Anda membuat pikiran personil anda sama terdistorsinya dengan anda. Alih-alih menyadari kesalahan dan memikirkan cara perbaikan, personil anda akan berupaya menyangkal apa yang anda katakan.

Ketimbang berlebihan, akan lebih efektif bila seorang manager fokus pada suau fakta atau suatu perbuatan dan menawarkan solusi. Misalnya, bila anda mendapati personil anda telat, anda bisa mengatakan: ‘Telat Di?’ (suatu fakta yang tak dapat dibantah). Personil anda mungkin akan menanggapi dengan ‘Maaf pak, macet’. Anda lalu, ‘Jalur kamu memang rawan macet ya. Mungkin lewat jalan X lebih lancar. Pernah coba?’. Atau, ‘Memang jalan makin sulit. Mungkin memang harus berangkat lebih pagi. Kamu ada masalah kalau berangkat lebih pagi?’dan seterusnya.

3. Menganggap personil mengetahui masalah dan solusi

Suatu hari anda berkata kepada personil anda: ‘Ren, tolong pesankan tinta printer saya untuk semua warna’. Besoknya Reni, personil anda, membawa 3 cartridge tinta untuk cyan, magenta dan yellow dan langsung memasangnya untuk anda. Apa yang terjadi? Hari itu anda tidak bisa mencetak dokumen karena tinta hitam telah habis.

Maksud anda dengan semua warna adalah termasuk hitam. Tetapi sebagian besar orang menyebut printer warna bila bisa mencetak warna selain hitam. Jadi, hitam dianggap bukan warna. Itulah yang terjadi pada Reni personil anda.

Anda tentu tak bisa menerima bila karyawan anda tidak tahu apa-apa. Tetapi anda juga selayaknya tidak berasumsi bahwa karyawan anda tahu semua. Latar belakang, pendidikan, pengalaman bisa jadi membuat mereka tidak tahu beberapa hal yang anda tahu. Cara terbaik dan aman adalah bicara dengan jelas dan mengkonfirmasi apakah apa yang anda maksud sama dengan apa yang mereka maksud.

4. Tak menindaklanjuti

Kejadian ini mungkin sering terjadi. Minggu kemarin Anda meminta personil anda untuk merevisi standar inspeksi material karena persyaratan pelanggan yang menjadi lebih ketat. Anda memintanya untuk menyelesaikan draft revisi dalam 1 minggu. Seminggu kemudian anda berharap sudah bisa memeriksa draft tersebut dan meminta personil anda untuk membawanya kepada anda. Apa yang anda terima? Bukan draft, tapi beberapa alasan mengapa draft tersebut belum selesai.

Pun bila anda sudah memberikan instruksi dengan sangat jelas, pandangan tentang tingkat urgensi dari suatu tugas mungkin berbeda antara anda dengan personil anda. Anda bisa saja mengatakan bahwa itu penting, tapi personil anda akan menilai tingkat kepetingan dari seberapa besar perhatian anda kepada pekerjaan tersebut. Bila anda menindaklanjutinya dalam selang waktu tertentu, menanyakan kemajuan yang telah dicapai, memberikan dukungan yang diperlukan, personil anda akan merasa bahwa hal itu benar-benar penting dan memang pantas untuk mendapat prioritas disamping pekerjaan lain. Bila anda seperi melupakannya, personil anda kemungkinan akan berpikir bahwa hal itu memang pantas dilupakan dan prioritas akan diberikan untuk pekerjaan lain.

Dengan menindaklanjuti, anda juga menjalankan dua fungsi penting seorang manajer: coaching dan supporting. Memberi pengarahan agar personil anda ada dalam jalur yang benar dan memberi dukungan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemukan.

5. Tak menghargai kemajuan

Pada suatu waktu, anda tentu pernah mempelajari suatu yang menurut anda, paling tidak pada awalnya adalah sulit. Entah itu matematika, entah itu bermain gitar. Bayangkan betapa senangnya anda ketika anda anda merasa berhasil menguasai bagian kecil dari pelajaran tahap awal dan seseorang mengatakan ‘kamu kelihatannya berbakat’ (walaupun mungkin sebetulnya tidak). Anda akan mempunyai semangat yang lebih lagi untuk menguasai lebih banyak lagi.

Herzberg, sang guru motivasi mengatakan bahwa dua faktor penting yang dapat meningkatkan motivasi adalah pencapaian dan penghargaan. Karyawan anda akan mempunyai motivasi untuk tetap menjadi lebih baik bila dia tahu bahwa dia telah melakukan pencapaian yang berarti dan mendapat pengakuan dari anda. Hal yang kurang lebih sama dikatakan oleh Dr. Rollo May, ilmuwan perilaku: ‘What gets rewarded gets repeated’. Apa yang dihargai akan diulangi. Bila anda memberi penghargaan, mungkin dengan pujian yang tulus atau dengan cara yang sesuai dengan anda, personil anda akan benar-benar menyadari bahwa apa yang telah dilakukan memang benar-benar bagus untuk dilakukan dan layak untuk dilakukan lagi.

Menghindari 5 kesalahan umum diatas akan membuka peluang lebih besar bagi personil anda untuk melakukan perbaikan yang anda inginkan. Bagaimana bila tak juga berhasil? Maka anda harus ingat, setelah berbagai upaya, bahwa untuk beberapa personil, perbaikan tetap masih mungkin, meskipun di kehidupan yang lain. Tinggal anda harus memutuskan.



Refferensi:

Micki Hollliday: Coaching, Mentoring and Managing
David D Burns: Cognitive Theory

Ir. Iim Ibrohim
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001


Sumber :
https://wkertowi.wordpress.com/2011/04/13/5-kesalahan-umum-manajer/#more-358

Sunday, September 15, 2019

Sebuah Tas, dan Rahasia di Dalamnya

OpinionDay #12
Oleh Taufan Yanuar (SSG-007)

Pengurus IPOMS Chapter Surabaya - Surabaya Study Group mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan effort di hari Minggu, tanggal 15 September 2019 kemarin kepada rekan-rekan semuanya, tanpa kontribusi rekan-rekan semuanya tentu acara kemarin tidak akan sesuai harapan.

Dan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan senyum rekan-rekan ketika mau beranjak dari MMT-ITS lah yang juga menguatkan kami segenap pengurus untuk segera berbenah agar penyelenggaraan event ke depan lebih baik.

Namun kita percaya bahwa tidak ada yang kebetulan, semuanya by designed. Termasuk bisa jadi salah satunya adalah kisah sebuah tas, dan rahasia di dalamnya. Terjadi setelah pak Hariyanto Salim & pak Marshall yang telah memberikan materi dengan apik, dalam Study Group ke-34, dengan tema "Tantangan & Potensi Jawa Timur sebagai basis Supply Chain Kawasan Timur Indonesia".

Namun dikarenakan padatnya jadwal dari beliau berdua, sehingga pak Hariyanto Salim & pak Marshall harus kembali ke Bandara Juanda Surabaya, untuk melanjutkan kembali aktivitas mereka di Jakarta.


Berawal pada pukul 14.24, pak Hariyanto memberitahukan bahwa tasnya ketinggalan, yang kemungkinan berada di dalam Ruang Auditorium, MMT 404, dengan ciri-ciri tas selempang coklat, yang diletakkan di sofa atau meja.

Tanpa instruksi lebih, Pengurus IPOMS Surabaya meng-arranged pengiriman tas pak Ahau, nama panggilan akrab dari Hariyanto Salim. Operasi senyap dijalankan, dengan acara Sesi kedua tetap berlangsung.

Pick and pack pun dilakukan. Mulai dari ada yang picking tas dengan sebelumnya melakukan identifikasi tas dengan baik dan benar, karena di area meja sofa terdapat 2 tas dengan ciri yang sama, tas selempang berwarna coklat.


Ada yang mencari packaging berupa kardus bekas snack makanan, ada yang melakukan pengemasan dengan ditutup lakban agar tas didalamnya aman, ada yang order aplikasi Gojek, serta yang memegang peranan kunci tentunya adalah mas Tommy sebagai "distributor" tas, dari Gojek dan diserahkan ke customer, pak Ahau dan pak Marshall.

Pukul 14.45, aktivitas pick & pack sudah selesai. Tas pun sudah di tangan Gojek. Setelah itu yang adalah aktivitas monitoring dan menunggu, serta berdoa. Karena jadwal pesawat terbang pukul 15.50, dan jadwal boarding adalah pukul 15.30, sehingga praktis waktu tersisa adalah 45 menit.


Monitoring dilakukan dengan seksama, dan terakhir adalah pukul 15.12, dimana kurir Gojek berada di Tropodo, waktu perjalanan dari Tropodo ke Terminal 2 Juanda estimasi berdasarkan Google Map membutuhkan waktu 15 menit.


Dan akhirnya tepat pukul 15.30, kita mendapatkan kabar dari mas Tommy jika barang sudah sampai di Juanda dan diterima dengan utuh tanpa kekurangan sedikit pun. Beliau berdua pun sudah mulai masuk pesawat. Dan pukul 15.46 mereka berdua pun sudah duduk di atas pesawat.


Dan semuanya pun bernafas lega. Selain karena tas sudah aman, acara secara keseluruhan dapat berjalan dengan lancar dan sukses berkat kontribusi semua pihak, mulai dari Pengurus, Peserta, Sponsorship, dan team dari MMT-ITS.


Lalu apa rahasia tas selempang coklat yang terkandung di dalamnya?

Apakah tas selempang coklat tersebut tidak sengaja tertinggal atau memang sengaja ditinggal sebagai test case untuk mengetahui bagaimana kita yang bisa mengadakan acara tapi secara practical dapat berkolaborasi dan mempraktikkan langsung how to manage the Best Supply Chain thru real game / quiz dan dengan lead time yang begitu pendek.


Insiden tas tadi juga mirip dengan slide materi yang dibawakan oleh pak Ahau sendiri, yaitu yang menceritakan masalah yang diselesaikan dan disrupsi yang terjadi atas Gojek, sehingga kita dapat mengirim barang dimana pun, kapan pun secara instan.

Finally dapat men-deliver on time, kombinasi robust first mile and last mile, padahal acara tetap berlangsung, operasi senyap, Very Well managed. Satu tanggapan dari pak Ahau terhadap last mile and last hour delivery, serta last minute kejadian ini, "Lulus kabeh iki."

Ah, biarlah kita tidak perlu mencari jawabannya, dan biarlah tas selempang coklat menjadi misteri dengan rahasia di dalamnya.

Clossing Meeting & Evaluasi


Setelah kegiatan Study Group yang dihadiri oleh sekira 100 peserta, Panitia Surabaya Study Group mengadakan closing meeting untuk evaluasi dan untuk membahas next kegiatan.

Diantaranya adalah kegiatan lainnya IPOMS Surabaya adalah memberikan konsultasi gratis kepada instansi atau sekolah yang membutuhkan. Termasuk misalnya membuat FGD ke dalam kelas-kelas kecil di masing-masing bidang. Dan tidak menutup kemungkinan next acara di Malang & Nganjuk.

Dengan suksesnya acara Study Group kali ini diharapkan masing-masing Pengurus dapat menjaga spirit dan same page kedepan untuk sustainability organisations. Beberapa instansi menawarkan ruangan untuk kegiatan Study Group selanjutnya, yaitu kampus UWM Kalijudan dan Spazio.

Evaluasi untuk acara Study Group selanjutnya adalah menjalin kerjasama dengan sponsorship minuman seperti kopi, agar suasana Study Group ke depan bisa lebih segar.

Untuk acara ke depan nanti agar tidak membuang energi untuk cleaning, ada beberapa yang harus di perbaiki, yaitu air mineral tidak perlu ditaruh di meja, cukup diletakkan di luar saja. Jika peserta butuh cukup mengambil sendiri. Sehingga tidak ada waste karena ada berlebihan.

Perbaikan kedua adalan beli kantung plastik sampah besar, sehingga sekaligus menjadi edukasi bersama saat akan pulang, semuanya dihimbau untuk membuang sampah bersama.

Sehingga pada akhirnya energi yang dikeluarkan sedikit untuk cleaning.

Tantangan & Potensi Jawa Timur sebagai basis Supply Chain Kawasan Timur Indonesia



Acara Study Group ke 34 dimulai tepat pada pukul 09.15, dengan dimulai menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama kemudian dilanjutkan dengan Mengheningkan Cipta dalam rangka mengenang Guru Bangsa "Bapak BJ Habibie" yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu.

Selanjutnya adalah pemberian kata sambutan dari Ketua IPOMS Chapter Surabaya periode 2019, Agung Ektika yang mempunyai harapan bahwa event ini semoga bermanfaat bagi kita bersama, dan kegiatan IPOMS tidak berhenti disini, dimana Pengurus sudah menyiapkan banyak kegiatan.

Selain itu Agung Ektika juga menyoroti bahwa sebenarnya konsep Supply Chain berasal dari Indonesia, hal ini didasarkan pada Indonesia secara demografis yang sangat tergantung dan terhubung dengan adanya koneksi. Belum lagi spirit bangsa Indonesia yang sangat kental dengan gotong royong, hal ini sangat mencerminkan konsep Supply Chain.

Penyerahan Piagam Penghargaan dari Agung Ektika selaku Ketua IPOMS Surabaya 
kepada Prof Nyoman Pujawan selaku Ketua Pembina IPOMS

Kata sambutan kedua diberikan oleh Prof. Ir.I Nyoman Pujawan M.Eng.Ph.D., selaku Ketua Pembina Surabaya Study Group - IPOMS Chapter Surabaya & sebagai Kepala Departemen Manajemen Teknologi.

Bapak Nyoman menyoroti terhadap kegiatan Study Group ke-34 yang telah mampu memberikan jawaban secara kontan terhadap Pengurus akan tantangan dimana suatu organisasi jika mau sustain maka harus lebih banyak peserta yang diundang dalam kegiatan. Waktu itu Pak Nyoman memberikan challenge agar mampu membuat kegiatan Study Group yang dihadiri oleh 50 orang, jika perlu 100 orang.

Dan alhamdulillah Pengurus IPOMS Chapter Surabaya mampu membayar lunas tantangan tersebut dengan kesuksesan dari acara Surabaya Study Group yang dihadiri oleh 97 peserta.


Jatim Sebagai Basis SCM Indonesia Timur

Materi pertama disampaikan oleh Hariyanto Salim, MSIE, CPIM, CSCP (IPOMS President | Researcher, Lecturer, Consultant and Entrepreneur), dengan moderator oleh D.Marshall Saluding, CPIM CSCP CLTD.

Apa itu SCM? 
• SCOR model, aliran utama SCM • Lingkup Sertifikasi di APICS
Revolusi Industri
Disrupsi Aliran SCM
• Informasi • Uang • Produk/Jasa
Disrupsi Kebijakan
• Ibukota baru • Pengembangan 9 metropolitan baru
Potensi
• Jalan Tol Jawa • Industri • Producer

Yang menarik adalah pada pembahasan disrupsi Aliran SCM, dimana terdapat perbedaan dan perubahan pada Informasi (SCM) 3.0 dengan Informasi (SCM) 4.0, yaitu sebagai berikut :

Informasi (SCM) 3.0 
• Fax, Telex, Email, EDI
• PC
• 2 pihak terhubung
• Produser-DistributorRitel-Pelanggan
• Di lingkup 1-2 kota

Informasi (SCM) 4.0 
• Internet, e-commerce, e-markets
• Handheld (mobile)
• Multi-pihak terhubung
• Produser-RitelPelanggan
• Multi-kota, region, negara

Revolusi industri 4.0 dapat gamblang terlihat misalnya pada GoJek dan Amazon Prime. Dengan adanya mereka, maka beberapa masalah dapat terselesaikan Dimanapun, Kapanpun serta Instan.

Masalah yang diselesaikan
• Konsumen datang mengambil perlu outlet
• Terbatasnya jumlah armada untuk melakukan last mile delivery-lambat
• Biaya distribusi yang cukup besar ditanggung oleh produsen

Disrupsi
• Layanan antar instan ketika diminta konsumen
• Armada ada, dengan konsep sharingeconomy
• Biaya distribusi cukup besar, langsung dibayarkan konsumen

Salah satu pertanyaan yang menarik adalah bagaimana startup dalam industri 4.0 bisa mendapatkan profit, misalnya startup blockchain, e-wallet & e-money.

Pak Ahau menjawab dari sisi yang terkait dengan tema pagi ini, karena jika dijelaskan dengan detail dapat merubah tema pagi ini menjadi tema Blockchain dan Bitcoin.

Pak Ahau menjelaskan dari contoh real yang beliau lakukan, misalnya tiap hari Rabu membeli martabak telur dan martabak manis kacang. Bayangkan jika terdapat 1000 orang di wilayah yang sama melakukan order serupa.

Sebagai seorang marketing, maka hal tersebut dapat menjadi peluang bagi penjual untuk produk berupa telur, tepung, coklat dan kacang.

Itu baru 1000 orang, bayangkan jika kita mempunyai data 11 juta jiwa di Jakarta, atau bahkan kita mempunyai data 250 juta jiwa di Indonesia.

Big data tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh Alibaba, dimana pada tanggal 11-11 (11 November) mereka melakukan promo besar-besaran dengan hasil penjualan online Alibaba pada momen 11-11 tersebut mampu mengalahkan akumulasi penjualan selama 364 hari.

Untuk penjualan 1 hari di tanggal 11-11, Alibaba melakukan analisa dan persiapan atas data 364 hari sebelumnya. Jadi big data tersebut dipergunakan dan dijual dengan revenue yang sangat besar.




Macro and Micro Supply Chain Dynamic

Sesi kedua dilaksanakan setelah jam istirahat. Dibawakan oleh Wahyu Adi, CPIM, CLTD (Senior Supply Chain Analyst and Development Cargill Animal Nutrition Asia), dengan moderator pada sesi ini oleh Agung Ektika.

Saat ini Indonesia telah berhasil membangun siklus ekonomi yang sehat, sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Hal ini dibuktikan pada tahun 2000, peringkat PDB global, Indonesia masih berada di angka 27. Kemudian pada tahun 2016, peringkat Indonesia sudah naik di angka 16.

Tidak hanya berhenti disana, Indonesia berpotensi beraspirasi untuk menjadi top 10 ekonomi dunia di tahun 2030, sehingga dapat menjadi mesin pertumbuhan berikutnya pada ekspor netto. Hal ini bisa menjadi kenyataan, terlebih 15 tahun ke depan merupakan "masa emas" bagi Indonesia yang akan menikmati bonus demografi.

Untuk itu kita harus berbenah dan siap berubah. Untuk itu mari kita learn from the success, belajar dari yang telah sukses. Misalnya, dalam hal Succes Coporation Tranformation Customer Experience, KAI (Kereta Api Indonesia) yang paling cepat bertransformasi dalam proses Customer Experience and Satifaction.

Pertanyaan pertama Ignatius Jonan saat menangani PT Kereta Api Indonesia adalah "Ini perusahaan atau rumah tangga, ya?"

Pada akhirnya PT Kereta Api Indonesia sukses menjalankan transformasi bisnis bukan hanya saja dari segi profit, namun juga dari stigma pelayanan jelek, mulai dari gerbong, antrian dan pelayanan lainnya.

Berikutnya pak Wahyu menerangkan mengenai Value Chain, terutama Value Chain di Supply Chain dan di Purchasing. Selain itu juga mengenai Presentation Skill dan Pyramid Thinking Application juga disinggung.


(selengkapnya silahkan ikuti video dari akun youtube Surabaya Studygroup)

DAFTAR HADIR SSG-34

Member ID Name

  1. SSG-005 Joko Mulyono
  2. SSG-007 Taufan Yanuar
  3. SSG-009 Wijanarko Kertowijoyo
  4. SSG-012 Nunus Agung Wiratno
  5. SSG-021 Kozely Johan
  6. SSG-037 Agung Ektika
  7. SSG-049 Nurhadi
  8. SSG-059 Erwin K Awan
  9. SSG-064 Mono S Patriabudi
  10. SSG-075 Teguh Oktiarso
  11. SSG-087 Budi Purwanto
  12. SSG-092 Tommy Indianto
  13. SSG-109 Ivan Rachmadhanni
  14. SSG-114 Taro Muhtarom
  15. SSG-118 Joko Seget
  16. SSG-122 Herman Suryana
  17. SSG-127 Ruliarsa Arif Pranowo
  18. SSG-132 Tjahyo Subroto
  19. SSG-134 Salman El Farisi
  20. SSG-135 Dedik Kurniawan
  21. SSG-136 Arif Rahman
  22. SSG-140 Widhy Wahyani, ST., MM.
  23. SSG-142 Noviar Agung
  24. SSG-143 Ristony Herady
  25. SSG-144 Anang Fahmi Syarif
  26. SSG-145 Tatit Aji Wijaya
  27. SSG-146 Gemilang Ramadhan
  28. SSG-147 Sri Rahmatwati
  29. SSG-148 Kristoforus Hidayat Abadi
  30. SSG-149 Mokhamad Hilmi Pamungkas
  31. SSG-150 Muslikhuddin
  32. SSG-151 Roy Narendrasetya
  33. SSG-152 Achmad Nazumah Arif
  34. SSG-153 Biyas Rakhmad
  35. SSG-154 Sambodo
  36. SSG-155 Ivan Christanto
  37. SSG-156 Sylvia Telihala
  38. SSG-157 Anjar Triwanda
  39. SSG-158 Linda Ratna
  40. SSG-159 Norman Erikson Suli
  41. SSG-160 Mohamad Ricky Jacob
  42. SSG-161 Iramahani
  43. SSG-162 Robi Fajarillah Rangkuti
  44. SSG-163 Reza Meifia Fitra, S.M
  45. SSG-164 Erlis Wibisona
  46. SSG-165 Fricor Nevriadi
  47. SSG-166 Tyna (Yakuttinah Marjan)
  48. SSG-167 Dicky Arimiantoro
  49. SSG-168 Agnes
  50. SSG-169 Fitri A.
  51. SSG-170 Andie Setiyawan
  52. SSG-171 S. Napitupulu
  53. SSG-172 Andri Sofyan
  54. SSG-173 Feri Setia Harmoko
  55. SSG-174 Ramadhani Himawan
  56. SSG-175 Hidayaturrokhman
  57. SSG-176 Ivan Gunawan
  58. SSG-177 Martinus Edy Sianto
  59. SSG-178 Maria Endah Mustika Sari
  60. SSG-179 Erwin
  61. SSG-180 Jovi Agustina
  62. SSG-181 Miarti
  63. SSG-182 Meida
  64. SSG-183 Jay
  65. SSG-184 Sutjipto
  66. SSG-185 Trisyanto lamari
  67. SSG-186 Dyah S. Nugraheni
  68. SSG-187 Indra Kurniawan Prihadi
  69. SSG-188 Nirwana Ramadhani
  70. SSG-189 Selpitri
  71. SSG-190 Ria Perdana Sari
  72. SSG-191 Muammarsyah
  73. SSG-192 Harun Alrosyid
  74. SSG-193 SITTI ALINA TUAHUNS
  75. SSG-194 Arina Pramudita Abadi
  76. SSG-195 Kastoro
  77. SSG-196 Muslich handrian
  78. SSG-197 Lusi Mei Cahya W
  79. SSG-198 Prananta Arif
  80. SSG-199 Sahadestya Wibowo
  81. SSG-200 Noviansyah
  82. SSG-201 Rahmad Nur Alim Firdaus
  83. SSG-202 Weni Widarwati
  84. SSG-203 Broto Kurniawan
  85. SSG-204 Rusdi
  86. SSG-205 Pury
  87. SSG-206 Ikhram Lubis


Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada para Sponsor yang telah memberikan sumbangsih sehingga acara Study Group ke-34 dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Para sponsorship tersebut diantaranya adalah :


PT Soekiman Poetra Perkasa

PT Spectrum Unicipta

PT Agility International

PT Kelly Service Indonesia

PT Naku Freight Indonesia

Saturday, September 14, 2019

Countinuous Improvement Mindset


Countinuous Improvement (CI)
  1. Think End to End process, not SILO
  2. There is no best process, there id better process
  3. Don't hide problem, problem is opportunity 
  4. Don't blame on the  people.. check and improve the process
  5. It doesn't have to be perfect the first time .. what's important is " Better than before "

Langkah-langkah diatas ada beberapa dilemanya, yaitu

Point 2 :
Adakalanya management merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita lakukan, padahal menurut kita jika kita melakukan perubahan di suatu area atau aktivitas itu sudah cukup membuat pekerjaan menjadi efektif, efisien dan goal-nya dapat. Mereka beranggapan kita telat dalam melakukan perubahan bahkan menganggap kita tidak kerja di situ.

Point 4 :
Kebiasaan orang +62 adalah sering menyalahkan orang terlebih dahulu, padahal belum tentu orang yang salah. Mungkin saja sistem yang kita buat itu yang kurang tepat, sehingga memungkinkan orang untuk berbuat salah.

Dalam sudut pandang lain, berarti management sudah menjalankan tugasnya, yaitu selalu merasa tidak puas, karena kalau management sudah terbiasa memiliki mudah puas, itu merupakan hal yang bahaya.

Ada beberapa prinsipnya supaya terbangun CI mindset dengan behaviour yang top. Langkah-langkah yang dilakukan management:
  1. Build the team, with talent
  2. Put & implement right method, by training and related workshop.
  3. Reach higher performanve and seek perfection..

Jadi dengan fokus di proses #1 dan #2, otomatis #3 juga akan tercapai.

Ada beberapa hal yang perlu dalam Change Management, dengan detail sebagai berikut :
  1. Create a clear background and sense of urgency.
  2. Define  a clear GOAL and Objective
  3. Changing in Mindset.
  4. Buy In with Quick Win – success evidence.
  5. Create team leader or change agent
  6. Consistent coaching & motivating people.
  7. Show consistently a strong commitment  from Top Management (Steering Comittee)
  8. Reward / Recognize people who make an improvement

Love Your Job


Love your job but not the company.

Frase dari kalimat diatas menjadi pembuka diskusi online di grup whatsapp. Kurang lebih artinya adalah "Cintailah apa yang yang engkau kerjakan. Jangan cintai tempatmu berkerja dan beraktivitas karena ada saatnya engkau tidak dibutuhkannya lagi".

Ada kalanya kita lebih berhati hati menyikapi quote tersebut. Karena bagaimana kita tidak mencintai perusahaan, sedangkan setiap bulannya perusahaan itu membantu kita. Kalau kita tidak cinta dengan perusahaan atau tempat kita bekerja, lantas kenapa harus ada yang bekerja selama bertahun-tahun. Kalau kita tidak suka sama depot, lalu kenapa kita harus makan tiap hari disana.

Didepak itu pasti, didepak karena umur, didepak karena kondisi perampingan, yang terpenting belajar dengan ikhlas untuk mencintai tempat kamu bekerja, tanpa ada mereka kita tidak akan bisa mengklaim pengalaman sekian tahun, pengalaman sekian abad. Dan yang mendepak kita belum tentu perusahaan, bisa komunitas juga, komunitas dalam artian pekerja yang ada di dalam perusahaan tersebut.

Lalu bagaimana kita bisa mencintai pekerjaan kita, jika setiap kita tiba di gerbang kantor penuh kegelisahan hati?

Mencintai pekerjaan adalah mencintai apa yang dikerjakan bukan lagi sebagai beban tanggung jawab, sering kali yang membuat orang yang mencintai pekerjaan adalah faktor lingkungan tempat kerja yang membuat mereka merasa nyaman. Bisa dari suasana kekeluargaannya, lokasinya, dan banyak faktor lainnya

Oleh karena itu cintai apa yang kita kerjakan, jika itu sudah ada maka produktifitas dan efisiensi akan tercipta, dimana pun kita berkerja atau berbisnis.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah kita harus terus ikhtiar, istiqomah dan tetap ikhlas apapun hasilnya. Hal tersebut merupakan salah satu untuk menghadapi VUCA untuk menghadapi suasana kerja yang tidak kondusif, sedangkan kita sudah kadung mencintai kerjaan kita dan tempat kita bekerja.

Friday, September 13, 2019

Pusat Logistik Berikat Permudah IKM dan UKM di Jatim


Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau Pusat Logistik Berikat (PLB) di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Khofifah berharap PLB bisa menunjang kemudahan akses.

Sebelumnya, PLB merupakan gudang multifungsi untuk memasukkan barang impor yang belum dipungut bea masuk dan pajak impor. Pemasukan barang impor PLB juga belum diberlakukan ketentuan pembatasan impornya.

Selain itu, semua kegiatan di gudang luar negeri juga dapat dilakukan di PLB, termasuk pemeriksaan surveyor. Menurut Khofifah, PLB mampu mempermudah para pelaku IKM hingga UKM di Jatim.

Khofifah menyebut hal ini sama dengan apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo untuk menggenjot ekspor Indonesia dari sisi UKM dan IKM. Khofifah menambahkan UKM dan IKM memang harus diberikan kemudahan untuk memperoleh pasokan bahan baku maupun bahan pendukung. Kemudahan ini bisa dilakukan dengan memberikan fasilitas bebas bea masuk dan pajak impor atas bahan baku yang berorientasi ekspor.

"Hari ini, barang pertama akan masuk ke PLB, jadi ini adalah salah satu bentuk upaya untuk memudahkan pelaku usaha. Karenanya saya ingin memastikan bahwa nanti dari Sucofindo dan SIER akan bisa mengkomunikasikan kepada importir dan eksportir untuk memenuhi kebutuhan pelaku UKM dan IKM," kata Khofifah saat kunjungan ke PT SIER, Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Khofifah menambahkan, saat ini kebutuhan bahan baku pelaku UKM dan IKM sebagian besar masih impor. Misalnya industri alas kaki untuk kebutuhan solnya juga masih impor.

Menurut Khofifah, produk-produk seperti ini harus disubstitusi terlebih dahulu agar pergerakan UKM dan IKM di Jatim bisa lebih kompetitif dibandingkan tempat lain.

"Sebetulnya barang-barang atau kebutuhan apa saja yang dibutuhkan para pelaku UKM dan IKM. Tetapi belum tersubstitusi di dalam negeri dan masih harus impor. Kita ingin hal ini bisa terkoneksi lewat PLB," lanjutnya.

Selain itu, Khofifah juga melakukan peninjauan secara langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT SIER. Dalam pengolahan IPAL tersebut, sebelum air dibuang ke sungai, ada kolam di mana ikan bisa hidup.

Sehingga ketika air dialirkan ke sungai, ikan-ikan dan habitat lainnya tetap bisa hidup. Hal ini menunjukkan air hasil dari IPAL kualitasnya bagus.

"Kita berharap habitat-habitat sungai itu bisa kita jaga dan kita sangat ingin menghindarkan kemungkinan pembuangan limbah yang belum diolah ke sungai," ujarnya.

Untuk itu, Khofifah berharap PT SIER mau menjadi 'kakak asuh' bagi perusahaan-perusahaan yang membuang limbah ke sungai. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan karena salah satu index Indikator Kinerja Utama (IKU) pada RPJMD Pemprov Jatim yaitu tentang lingkungan hidup.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga menyambut baik rencana pengembangan sentra bisnis SIER. Khofifah berharap sentra bisnis ini bisa dibangun berstandar internasional dan desain pembangunannya diperhatikan seiring makin meningkatnya kebutuhan perkantoran bisnis modern.

"Saya berharap konsepnya bisa seperti di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Jadi memang pembangunannya tidak setengah-setengah. Dan pembangunan ini kita siapkan paling tidak sampai 50 tahun ke depan masih representatif," pungkasnya.

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4705696/khofifah-sebut-pusat-logistik-berikat-permudah-ikm-dan-ukm-di-jatim

Tuesday, September 10, 2019

RFID

#Online Discussion Group

Online Discussion Group dimulai dari artikel 6 Tips to Improve Inventory Accuracy yang di share di Whatsaap Group. Kemudian fokus kepada tools nomor 6, yaitu Use technology to your advantage, diantaranya menggunakan Bar coding technology dan RFID (radio frequency identification).

Beberapa member mengetahui vendor aplikatornya, namun masih sedikit untuk user experience-nya. Sehingga masih banyak yang masih kurang paham mengenai RFID ini.

Ada yang menggambarkan bahwa RFID ini mirip dengan gambaran bahwa setiap barang ada barcode, dimana dari barcode tersebut bisa di scan masuk ke sistem, dan kemudian juga bisa di tracking pergerakan barangnya.

Jika kita mengaplikasikan RFID, tentunya akan mempermudah saat stock opname. RFID ini sangat berguna untuk mengurangi proses input secara manual. Sehingga saat stock opname menggunakan RFID untuk mempercepat proses. RFID/ barcode sangat berguna untuk memudahkan input data inbound/outbound.

Beberapa perusahaan sudah memakai RFID, di DHL hampir semua project pakai RFID. Bukan hanya untuk stock opname saja, tapi juga untuk proses handling di warehouse. Karena langsung interface dengan WMS.

Di WMS ada pallet ID yang isinya jumlah crt dlm 1 pallet beserta informasi lainnya seperti expired date, berat, termasuk quantity, prod date, berat dan lain-lain. Di WMS ada modul inbound, putaway, replenishment, outbound, inventory.

Saat proses stock opname kita tetap harus menghitung aktual fisiknya. Jika sudah benar baru ditembak barcode/RFID nya. Begitu juga setiap hari ada cycle count dan reconcile antara fisik dan system jika tidak sesuai dilakukan adjustment.

RFID terdiri dari 2 macam, aktif dan pasif. Yang aktif pakai baterai dan memancarkan gelombang jadi bisa langsung otomatis menghitung stok dalam jangkauan frequency-nya. Kalau yang pasif jangkauannya lebih pendek, seperti yang dipakai di matahari, saat lewat gate baru terdeteksi.

Foto dari Cak Amik

Terdapat sharing mengenai implementasi RFID di Warehouse, beberapa tahun yang lalu sempat mendatangkan beberapa vendor RFID untuk rencana implementasi stock opname. Tapi banyak hal yang menjadi parameter dan resistensi. Hal ini terkait dengan model item barang, cara penempatan, material dan kerekatan.

Salah satu kendalanya adalah saat case-nya adalah barang-barang inventory logam dengan berbagai jenis di gudang PJB. RFID reader-nya menggunakan omni, yang secara data sheet jangkauan sekitar maksimal 30 m. Ternyata untuk median logam sangat banyak penghalang.

Dengan menggunakan RFID label tag biasa pasif. Akhirnya dicoba menggunakan RFID aktif yang harga minimal 300rb, baru bisa dibaca. Pertanyaan selanjutnya yang muncul, apakah semua item harus pakai RFID aktif? Sedangkan SKU-nya banyak, dan ada barang-barang kecil yang kadang out-nya cuman 1 item saja.

Barang yang terbuat dari metal, cair, atau kimia juga perlu diperhatikan. Terdapat pengalaman di salah satu perusahaan air minum kemasan, sempat ada masalah trial implementasi untuk tracking air dalam kemasan galon.

Jadi perlu ada kajian strategi dan POC dari masing-masing vendor dan juga perubahan SOP dalam handling.

Sharing lain mengenai RFID, terdapat member yang menceritakan tempat dia bekerja yang saat ini masih studi penerapan RFID untuk handling barang jadi kertas, mulai dari Good Receipt, WMS, sampai Good Issue. Dimana saat itu mengundang 2 vendor dan langsung POC, saat POC nya dihadapkan dengan 2 kondisi : 

1. Reader-nya mobile vs fixed, mobile reader trial di operator dan juga attach di forklift, sementara fixed kita trial di pemasangan gate yang dilalui barang. Hasilnya, ada plus minus. 

Mobile reader membuat fleksibitas kita dalam mengidentifikasi barang, sehingga peletakkan tidak begitu menjadi masalah. Tetapi, mobile reader ini semakin low bat, daya tangkapnya makin kurang. Match in frekuensi tangkap dengan jarak antar tag juga perlu diatur.

Sedangkan fixed reader, daya tangkap statis, karena pakai sumber kelistrikan. Tetapi, fleksibilitas peletakkan tag menjadi terbatas, karena salah posisi saja / tertutup bahan-bahan yang metal / lembab, besar potensi tag tidak terbaca.

2. Tag-nya mau dibuat closed loop vs open loop. Kalau closed loop lebih efisien karena kita bisa reuse, tapi lepas pasang tag membuat tambahan proses manual di dalam nya. Open loop dipandang lebih bisa mempercepat proses, cuma kita harus invest tag tiap bulan sejumlah pengeluaran barang.

Sunday, September 8, 2019

Pay It Forward

OpinionDay #11
oleh : Tommy Indianto (SSG-092)


Saya lebih suka konsep "Berbagi Rezeki" atau kalau orang luar bilangnya "Pay It Forward"

Rezeki bukan hanya harta, tapi bisa berupa ilmu..

Alirkan rezeki-mu, baik berupa harta ataupun ilmu baik ketika kurang maupun lebih.. supaya apa?

Supaya rezeki kita, baik berupa harta maupun ilmu menjadi bersih karena kita alirkan selalu..

Air diam selalu beresiko menjadi keruh.. air mengalir itu cenderung menjadi air yang jernih..

Dan dengan mengalirkan rezeki tersebut, Tuhan akan melihat wadah kita cukup kosong untuk dilimpahi rezeki yang lebih bermanfaat..

That's it..

Saturday, September 7, 2019

Sustainability Organizations


Rapat Pengurus IPOMS Chapter Surabaya dihadiri oleh 7 pengurus, yaitu Wijanarko Kertowijoyo, Agung Ektika, Taufan Yanuar, Tatit Aji Wijaya, Tommy Indianto, Erwin K. Awan dan Anang Fahmi Syarif.

Pembahasan utama adalah persiapan STUDY GROUP KE-34, yaitu misalnya persiapan meja pendaftaran & absensi, backdrop dan photobooth, survey ruangan teater, konsumsi acara (snack, minuman & makan siang), PIC yang akan antar jemput narasumber di bandara Juanda, MC saat acara dan E-sertifikat.

Selain itu juga dibahas usulan Topics untuk next Event/Workshop/Study untuk menjaga kesinambungan dan momentum yang baik.

Dikarenakan banyak sekali beberapa opportunity dan format ke depan demi terjaganya Sustainability kegiatan dan aktivitas wadah kita ini, untuk itu perlu sekali sumbangsih Energi, Spirit dan Pemikiran dari semuanya.

Agar sustain makan perlu ditingkatkan budaya literasi untuk mengisi konten di IPOMS. Tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi untuk next kopdar / study group dengan komunitas lainnya.


Terakhir perlunya dibikin akun youtube SurabayaStudyGroup. Dan akhirnya terbitlah video pertama yang menjawab pertanyaan beberapa member mengenai apa itu IPOMS dan kegiatannya, dan Pengurus coba jawab dengan 2 menit video berikut.

Bisnis Retail mulai Redup?


Diskusi online di whatsapp grup IPOMS Chapter Surabaya dimulai pada pukul 11:30 saat senior di Study Group, yaitu Fauzi Arif IPOMS yang sedang berjalan-jalan ke Giant Sidoarjo setelah hampir 1 tahun tidak pernah masuk kesana. Betapa kagetnya beliau saat melihat disana kosong sehingga seakan mulai memasuki lonceng kematian karena banyak rak yang kosong dan empty floor space.

Kondisi tersebut ditimpali oleh member yang lain bahwa plan disana memang mau tutup sehingga sepi pengunjung. Bahkan katanya sebagian barang-barang telah diangkut dan dipindah ke Giant yang terramai yaitu di Giant Rajawali.

Hal ini bisa dikarenakan beberapa hal, misalnya karena konsepnya yang telah kalah dengan Supermarket yang lain seperti Transmart yang telah mengadopsi konsep all in one.

Orang belanja ke supermarket seperti Giant & Transmart sekarang lebih banyak ke faktor entertainment shopping. Bukan untuk pemenuhan kebutuhan harian, karena di Indomaret & Alfamart ada program diskon JSM  (Jum'at-Sabtu-Minggu). Ini juga yang dapat reduce significantly pergerakan customer ke supermarket.

Jika unsur entertainment shopping sudah tidak mampu dipenuhi oleh supermarket tersebut, maka better tutup sekarang saja. Konsep entertainment shopping ini dipahami benar oleh specific supermarket seperti ACE Hardware atau IKEA, dimana customer benar-benar dipandang sebagai raja yang harus dilayani.

Sehingga dengan tutupnya Giant di Sidoarjo menyisakan pemain Hypermart dan Transmart di Sidoarjo, dan satu lagi Supermarket di Ciplaz. Memang diakui atau tidak bahwa dari segi jaringan, mungkin giant kalah bersaing dengan Hypermart dan Transmart.

Secara cost operation, bisa jadi Giant bisa lebih besar dari Hypermart. Padahal Giant memiliki banyak jaringan sehingga seharusnya bisa tekan cost operation. Hal ini dikarenakan belum ada signifikan dengan banyaknya jaringan dengan supermarket.

Dari sisi competitor, kompetitor giant salah satunya Transmart, yg menggunakan strategi dengan menambahkan fungsi ritel agar tidak hanya sekadar menjadi pusat belanja, tetapi juga wahana bermain anak-anak, restoran, cafe dan bioskop.

Sehingga saat bapak dan ibu males ke supermarket, anak dijadikan triger di arena bermain. Sehingga mau tidak mau ya jadi belanja. Atau kondisi lain jika istri belanja, suami bete nungguin, makanya dibuatkan food court. Kalau food court sudah membosankan, mungkin dibuatkan tempat pijat.

Selain faktor tersebut, juga dari segi inovasi layout, dimana jika dibandingkan dengan kompetitor masih jauh. Misalnya jika kita lihat di Surabaya setidaknya terdapat 3 outlet Giant yang rata rata memiliki gedung sendiri. Dibandingkan dengan pesaing yang lain nempel dengan pengelola.

Konsep entertaiment yang diterjemahkan pada layout misalnya adalah produk yang diletakkan di eskalator naik dan turun.

Selain dari pesaing yang sama-sama offline, tidak bisa dipungkiri market online seperti Bukalapak, Tokopedia dan lain-lain juga memberikan dampak besar. Sehingga yang market offline mesti melakukan turn around jika tidak ingin decline atau mati.

Market place yang kalah bersaing juga bisa dikarenakan terlalu banyak barang slow moving bahkan dead moving yang diinvestasikan dalam kulakannya. Kemudian keberatan di fix cost bangunan, dimana seharusnya 1 toko yang besar yang kelasnya seperti Giant Waru atau Rajawali, bisa menjadi toko sekaligus DC (Distribution Center) bagi toko-toko lain sekotanya.


Padahal sebenarnya Giant di Sidoarjo sebelumnya tidak pernah sepi pengunjung. Setidaknya ada 3 member IPOMS yang merasakan antrian kasir-nya di Giant yang terlalu panjang. Sehingga promo yang sering dipromokan dengan harga murah menjadi relatif. Contohnya adalah promo Minyak Goreng atau Pampers, dengan harapan customer akan sekalian belanja yang lain.

Tapi sering sekali karena sudah terlanjur ambil belanjaan, waktu mau antri akhirnya kereta belanjaan ditinggal begitu saja, karena malas antri di kasir. Padahal sebenarnya terdapat banyak meja banyak yang dibiarkan kosong tanpa ada pegawainya.

Kesan antrian kasir panjang sudah melekat ke Giant. Ini pain-nya customer yang tidak pernah diperhatikan oleh management Giant. Kalau mereka mau analisa data load antrian kasir, sebenarnya bisa memanfaatkan tenaga freelance dari SMK untuk jam-jam tertentu dan hari-hari tertentu.

Banyak yang tidak mau antri lama. Banyak yang pindah ke market lain, yang menyediakan tombol jika antrian sudah melebihi 5 orang bel berbunyi.

Konon infonya bahwa secara income dari selling tidak sepadan dengan cost operasional-nya, sehingga jumlah karyawan pun dipangkas, tapi hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, bahkan tambah bikin masalah baru yaitu semakin panjangnya antrian karena minimnya store crew yang handle costumers.

Info dari orang dalam saat iseng bertanya, secara sales masih oke, tapi tenant ketika ekstent kontrak tidak ada menemukan titik temu nemu dealnya. Sehingga tumbang pada akhirnya. Info ini bisa jadi tidak valid, sehingga masih perlu diklarifikasi lagi.

Beberapa member berpendapat bahwa kondisi antrian panjang tersebut tidak terjadi tiap hari, antrian panjang terjadi biasanya pada tanggal-tanggal tertentu dan saat ada promo. Itu saja. Sedangkan hari biasa selama ini banyak yang sepi.

Sehingga setidaknya ada 2 penyebab, yaitu faktor External yaitu perubahan perilaku belanja konsumen, persaingan ketat pasar ritel, banyaknya pesaing yang dekat jarak tempuh dengan konsumen.

Sedangkan dari faktor Internal misalnya karena pemilihan lokasi yang kurang strategis berdasarkan perkembangan zaman, maka setiap gerai akan di evaluasi, terlambat menganalisa SWOT.

Sampai saat ini masih terdapat 119 gerai secara nasional masih beroperasi, dengan gerai-gerai yang penjualannya masih bagus. Dan bahkan group Hero ini mulai mengembangkan ritel farmasi (Guardian) dan ritel perabot RT (IKEA) dengan semangat zaman now.

Terdapat gagasan yang menarik, misalnya di surabaya ada 5 bagian, yaitu utara, selatan, barat, tengah dan timur, dibuatkan 1 tempat market yang besar, yang barangnya lengkap dan semua ada, dan yang kecil-kecil di tiap-tiap kelurahan yang barangnya fast moving, semua bisa didapatkan dari data sales, dan tetap jangan lupa untuk mengikuti perkembangan zaman.

Kondisi sekarang retail sedang  digoyang hebat. Kecuali retail atau tenant yang punya ciri khas kuat pasti bisa bertahan.

Friday, September 6, 2019

Metode SCM yang Ter-update

Thanks God It's Friday. Sehingga penat setelah 1 minggu kerja, menjadikan waktu yang tepat untuk ngobrol ringan. Diskusi online di whatsapp group pada hari Jumat dibuka pada pukul 15:08, saat ada member yang bertanya, "Apakah ada metode SCM yang ter-update?".

Pertanyaan tersebut dilanjutkan saat penanya sempat mengerjakan purchasing dengan peramalan dan MRP, sewaktu di Dept Produksi pakai waktu standart dan line balancing, serta di ekspedisi pakai DRP. Kira-kira metode itu semua masih relevan? Apakah ada yang lebih updates.


Beberapa senior menanggapi, bahwa metode diatas masih update. Ada beberapa enhancement untuk optimizing planning dan execution-nya. Misalnya aplikasi Advance Optimizer untuk menemukan balancing demand: supply, dan detail scheduling. Melakukan optimasi deployment alokasi supply lalu dilanjutkan dengan DRP.

Untuk proses supply chain, diperkenalkan S&OP untuk decision making proses, misalnya melibatkan manajemen decision untuk cover shortage/excess demand/capacity production/warehouse dengan investing capital untuk menambah resource.

Misalnya dengan invest new machine/equipment, extra space warehouse, recruite workforce untuk additional shift dsb. Yang selanjutnya setelah S&OP, ada IBP (Integrated Business Planning) melibatkan product management review, volume, dan financial overview dari awal sampai akhir, sehingga proses pengambilan keputusan oleh top manajemen lebih solid karena disertai end to end business information.

Saat ini di beberapa perusahaan sudah tidak menggunakan S&OP tapi IBP (integrated business planning).

Semua hal tersebut akan tergantung pada software atau ERP yang digunakan, karena biasanya sudah ter-setup di dalam ERP tersebut tinggal pilih optimizer rule yang dipilih atau bisa set up algorithma secara manual.

Related Posts