Showing posts with label Opinion Day. Show all posts
Showing posts with label Opinion Day. Show all posts

Sunday, June 6, 2021

Bagaimana Perusahaan dapat Bertahan Lebih dari Seabad?

#OpinionDay

Oleh : Erwin K. Awan (SSG-059)

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah diskusi yang seru mengenai sebuah thread yang dishare oleh salah seorang member di group Whatsapp dengan judul “The End of Asset-Heavy Company”. Thread tersebut mengungkapkan tentang banyaknya perusahan berbasis heavy asset yang mulai mengalami kesulitan dalam business disebabkan oleh gangguan yang disebut dengan the Triple Disruption, Digital, Millenial, dan pandemic disruptions. Dan di dalam thread ini juga menyimpulkan bahwa Asset-light company yang juga termasuk UKM/UMKM akan tetap resilient serta agile dalam menghadapi disruptions. 

Diskusi tersebut membuat penulis tergelitik untuk melakukan quick research terkait dengan perusahaan besar yang mungkin merasa mereka too big to fail dan tidak menyerah dengan berbagai jenis disruption. Salah satu yang menarik bagi penulis untuk diulas lebih dalam adalah perusahaan-perusahaan yang sukses dan sudah berusia lebih dari satu abad.

Dalam sebuah artikel yang ditulis di www.bbc.com berjudul “Can a Company live forever?”, dikisahkan sebuah hasil studi yang dilakukan oleh Yale Institute yang menyatakan bahwa rata-rata usia perusahaan yang terdaftar dalam indeks S&P 500 perusahaan terkemuka AS telah menurun lebih dari 50 tahun pada abad terakhir, dari 67 tahun pada 1920-an menjadi hanya 15 tahun saja.

Namun, perusahaan-perusahaan yang berhasil bertahan dan sudah berusia lebih dari beberapa dekade bahkan satu abad, berkali-kali mengalami berbagai macam badai dalam mengarungi bahtera bisnis. Mereka membangun kembali diri mereka berkali-kali, mengakuisisi dan menjual seluruh divisi bisnis, dan tetap menjadi yang terdepan dalam branding dan pemasaran. Karena kebiasaan konsumsi masyarakat telah mengalami evolusi dan terfragmentasi, perusahaan-perusahaan ini secara bersamaan memanfaatkan daya tarik abadi mereka untuk terus beradaptasi agar tetap terkini. Dan tentunya dibutuhkan resilience serta kemauan yang kuat untuk bertahan terhadap berbagai perubahan keadaan selama lebih dari satu abad.

Apa rahasia mereka? Apakah itu perumusan strategi? Atau tentang eksekusi? Dan bagaimana mereka berhasil menemukan kembali diri mereka dengan sukses berkali-kali? Untuk menjawab pertanyaan ini berikut adalah beberapa contoh perusahaan yang telah mengungguli para pesaingnya selama seratus tahun terakhir.


Western Union 

Western Union telah belajar sepanjang sejarahnya, seringkali dengan rasa sakit, tentang kesulitan dan pentingnya untuk tetap fokus. Menjelang tahun 1990-an, diversifikasi portofolio produk yang telah dibangun perusahaan berkat penemuannya yang luar biasa terbukti sulit dipertahankan, apalagi untuk dikembangkan lebih lanjut. Membuat perusahaan kehilangan fokus.

Turunnya margin yang diikuti dengan naiknya utang membuat Western Union berada di bawah tekanan keuangan yang signifikan, yang menyebabkan perusahaan mengajukan bangkrut pada tahun 1993 yang kemudian diakuisisi oleh First Data di tahun 1994.

Di bawah First Data, Western Union dapat memperoleh kembali fokusnya dan berkonsentrasi secara eksklusif pada produk pengiriman uangnya, menikmati pertumbuhan dua digit selama bertahun-tahun beroperasi sebagai anak perusahaan. Namun, disebabkan oleh beberapa hal, termasuk kesuksesannya yang berkelanjutan, membawa pada sebuah keputusan untuk memisahkan diri dari First Data pada tahun 2006 dan menjadi perusahaan independen baru yang terdaftar di Bursa Efek New York.

 

General Electric

General Electric (GE), perusahaan yang banyak memiliki diversifikasi usaha. GE terbentuk ketika Edison General Electric Company (didirikan oleh Thomas Edison pada tahun 1878) bergabung dengan Thomson-Houston Electric Company. Satu-satunya perusahaan yang masih terdaftar di Dow Jones Industrial Index sejak tahun 1896.

Daya tahannya tidak hanya dihasilkan dari ukurannya, tetapi lebih khusus lagi, jangkauannya. Konglomerat industri ini telah menambah banyak segmen bisnis sepanjang hidupnya, termasuk perawatan kesehatan, berbagai kategori energi, penerbangan, transportasi, dan bahkan permodalan. Diversifikasi -- dan mengetahui kapan harus melepaskan kategori tertentu -- telah membuat GE tetap kuat meskipun ada fluktuasi pasar.

GE terus menatap masa depan. Pada 2016, perusahaan mengumumkan akan menjual divisi solusi industri, air, dan peralatannya. Perusahaan juga mulai memposisikan dirinya sebagai perusahaan perangkat lunak dan analisis, meskipun menimbulkan kesangsian dari banyak pihak, dan memperbarui upaya rekrutmennya untuk menarik bakat milenial. Selain itu, dilaporkan mengadopsi lebih banyak budaya startup dalam pengambilan risiko dan kecepatan demi inovasi.

 

UPS

Pada tahun 1907, Claude Ryan dan Jim Casey yang saat itu masih remaja belasan tahun, menggunakan pinjaman $100 untuk memulai UPS (saat itu American Messenger Company). Pada tahun 1913, perusahaan bergabung dengan perusahaan pesaing dan mulai mengurangi layanan messenger-nya karena telepon telah tersedia secara luas.

Dalam dekade pertama itu, perusahaan mulai membangun armada kendaraan pengirimannya dan meyakinkan para retailers untuk melakukan outsourcing, daripada menangani pengiriman oleh mereka sendiri. Kemudian, pada tahun 1919, perusahaan berganti nama sekali lagi menjadi "United Parcel Service." Di tahun pula lah UPS mulai mengecat armada truk dengan warna cokelat khasnya.

Tahun 1920-an membawa kemakmuran dan pertumbuhan, dan UPS mulai jasa pengiriman langsung ke alamat pribadi. Perusahaan berkembang selama masa Depresi, dan Perang Dunia II telah memaksa UPS untuk membatasi operasinya untuk sementara waktu. Perusahaan menemukan ceruk baru dengan ekspansi di pinggiran kota tahun selama periode tahun 50-an dan 60-an, mengatasi segala hambatan peraturan, berkembang di seluruh AS dan kemudian dunia, dan meluncurkan maskapainya sendiri pada tahun 1980-an.

Selama 25 tahun terakhir, UPS telah membuat kemajuan teknologi yang signifikan seiring dengan meledaknya e-commerce global, termasuk perangkat genggam berpemilik yang setiap pengemudi membawa pelacakan paket elektronik. Perusahaan telah melakukan lebih dari 40 akuisisi dan saat ini mengkhususkan diri dalam solusi rantai pasokan komersial di samping layanan operator. Setelah 110 tahun, UPS beroperasi di 220 negara dan wilayah dan mengangkut 15 juta paket setiap hari kerja.

 

Bagaimana Perusahaan Pemenang dapat bertahan lebih dari 100 tahun?

Dalam sebuah artikel di Harvard Business Review di tahun 2018, berjudul “How Winning Organizations Last 100 Years”, mereka menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah berusia di atas seratus tahun ini selalu mencoba untuk menciptakan pelanggan yang royal dengan produk mereka, berbagi keahlian, serta berfokus untuk menjadi lebih baik, bukan lebih besar. Mereka sangat strategis, dan selalu membuat proyeksi untuk 20 hingga 30 tahun ke depan.

Mereka selalu mencari talenta baru untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya agar selalu agile serta relevan dalam segala situasi. Dan yang menarik, banyak di antara perusahaan ini tidak menunggu bakat-bakat baru muncul, namun secara pro-aktif bekerja sama dengan sekolah-sekolah baik dari Pendidikan dasar hingga tinggi.

Sebagian besar perusahaan mengganti pemimpin mereka setiap lima tahun, tetapi perusahaan-perusahaan yang berusia tua yang disebut dengan Centennials ini mempertahankan kepemimpinan untuk 10 tahun lebih. Tidak hanya di puncak organisasi tetapi dua atau tiga tingkat lebih jauh ke bawah, di mana key knowledge serta pengaruh berada. Dan mereka dengan hati-hati mengelola transisi kepemimpinan, jadi tidak ada yang hilang di sepanjang jalan. Mereka biasanya mempersiapkan seorang pengganti selama lebih dari empat tahun sebelum membuat perubahan dan menghabiskan setidaknya 1 tahun untuk menyerahkannya.

Banyak perusahaan besar berusaha untuk memiliki talent dan berjuang untuk mengendalikan staff turnover, namun para Centennials malah melakukan yang sebaliknya. Mereka mempekerjakan hingga 70% staf paruh waktu, secara sengaja agar tetap segar dan menciptakan aliran ide-ide baru yang berkelanjutan.

Selain itu, banyak perusahaan dengan bangga memamerkan seberapa besar mereka tumbuh tahun lalu — tetapi tidak demikian dengan para Centennials ini. Pertumbuhan membuat mereka gelisah dan tidak nyaman. Mereka memang harus cukup besar untuk menciptakan dampak dan stabil secara finansial, tetapi tidak perlu terlalu besar yang dikhawatirkan membuat mereka terganggu atau kehilangan kendali. Sebuah studi baru-baru ini dari semua Centennials di dunia menemukan bahwa 89% dari mereka mempekerjakan kurang dari 300 orang. Itu sebabnya Centennials dapat menolak setidaknya dua pertiga dari aplikasi siswa setiap tahun, tidak seperti pesaing mereka. Dan semua Centennial dengan hati-hati memikirkan apa yang harus diambil dan bagaimana mengelolanya. Sama seperti pertumbuhan membuat mereka gelisah, begitu juga kesuksesan. Alih-alih merayakannya, mereka membongkarnya — untuk mencari tahu apa yang mereka lewatkan dan di mana mereka bisa melakukan yang lebih baik. Terobsesi dengan detail, menganalisis secara ilmiah apa pun yang mungkin memengaruhi kinerja.


Dan yang terakhir, daripada mencoba menjadi efisien dengan menyatukan pekerja di bidangnya masing-masing, para Centennials malah membuat setiap department saling berinteraksi dengan cara mengerjakan berbagai proyek yang berbeda. Sehingga para karyawan dari berbagai disiplin ilmu akan terus-menerus saling bertanya dan berbagi masalah, ide, serta peluang dengan karyawan yang lain.

 

Referensi:

1.    https://www.bbc.com/news/business-16611040

2.    https://www.entrepreneur.com/slideshow/287183

3.    https://www.forbes.com/2009/01/28/long-lived-companies-leadership_0128_sustainability.html?sh=6f8e234e240d

4.    https://hbr.org/2018/09/how-winning-organizations-last-100-years

Monday, April 26, 2021

Pelatihan Pengisian Konten Website bagi Karang Taruna di Lingkungan Kelurahan Kauman

Pelatihan Pengisian Konten Website bagi Karang Taruna  di Lingkungan Kelurahan Kauman

Irmalia Suryani Faradisa, Febriana Santi W., Widhy Wahyani

Fakultas Teknologi Industri

Institut Teknologi Nasional Malang

Jl. Bendungan Sigura-gura, no. 02, Malang

Email: irmaliafaradisa@yahoo.com

 

Abstrak

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya di Jawa Timur, dan merupakan salah satu hasil perencanaan kota kolonial terbaik Hindia Belanda. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peninggalan arsitektur kolonial yang hingga saat ini masih berdiri megah dan tata lingkungan yang memiliki nilai historis. Pusat Kota Malang pada masa tahun 1914 terletak dikawasan Kayutangan hingga alun alun kota Malang. Area Kayutangan kota Malang terletak di Jalan Basuki rahmat gang VI, Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen. Sejak tanggal 22 April 2018 kampung Kayutangan ditetapkan sebagai kawasan warisan budaya (heritage) oleh pemerintah kota Malang. Kampung Kayutangan menawarkan wisata budaya bermuatan edukasi sejarah, dengan memperlihatkan arsitektur rumah peninggalan kolonial Belanda yang masih terjaga hingga saat ini. Ada sekitar 60 rumah yang teridentifikasi sebagai bangunan kolonial. Tidak hanya arsitektur bangunan, peralatan atau barang–barang kuno yang ada disana tapi juga kampung Kayutangan masih menyimpan banyak sisa peradaban masa lalu semisal makam mbah Honggo Kusumo, kuburan tandak, pasar krempyeng, irigasi Belanda, saluran air, tangga seribu dan titik lain yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Malang. Dengan segala kelebihannya sebagai kampung heritage menimbulkan dampak sosial terhadap perkembangan perekonomian di kampung tersebut. Sekarang kampung tersebut banyak dikunjungi oleh  wisatawan lokal dan juga ada wisatawan mancanegara. Berdasarkan hal tersebut maka dibuat sebuah website untuk dapat mempublikasikan kampung Kayutangan. Kegiatan abdimas bertujuan melatih dan  mendampingi pemuda Kampung Heritage dalam pengisian konten website ini agar mereka dapat mengupdate website dengan keadaan yang terkini dari perkembangan kampung heritage. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini adalah: Kampung Heritage dapat lebih terkenal dan diharapkan ekonomi masyarakat meningkat dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung.

Keywords :  Kota Malang, Kampung Kayutangan, Heritage, Pelatihan, Website

 

 

Abstract

Malang is the second largest city after Surabaya in East Java, and is one of the best colonial city planning results of the Dutch East Indies. This can be seen from the many relics of colonial architecture that still stand majestically and environmental systems that have historical value. Malang City Center in 1914 was located in kayutangan area to Malang city square. Kayutangan area of Malang city is located on Jalan Basuki rahmat gang VI, Kauman Subdistrict Klojen. Since April 22, 2018 Kayutangan village has been designated as a heritage area by the Malang city government. Kampung Kayutangan offers cultural tourism with historical education, by showing the architecture of dutch colonial heritage houses that are still preserved to this day. There are about 60 houses identified as colonial buildings. Not only the architecture of buildings, equipment or antiquities that exist there but also kayutangan village still holds many remnants of past civilizations such as the tomb of Honggo Kusumo mbah, tandak cemetery, krempyeng market, Dutch irrigation, waterways, thousand stairs and other points that have high historical value in Malang. With all its advantages as a heritage village has a social impact on the economic development in the village. Now the village is visited by many local tourists and there are also foreign tourists. Based on this, a website was created to be able to publish kayutangan village. Abdimas activities aim to train and assist kampung heritage youth in filling the content of this website so that they can update the website with the latest circumstances of the development of kampung heritage. The expected benefits of this training are: Kampung Heritage can be more famous and it is expected that the economy of the community will increase with the number of tourists visiting.

Keywords : Malang City, Kampung Kayutangan, Heritage, Training, Website

 

1.      PENDAHULUAN 

Indonesia merupakan bangsa yang kaya raya. Baik kaya dalam suku, adat maupun bahasa. Sehingga Indonesia menjadi kaya akan makanan khas, sejarah dan berbagai macam bentuk aktivitas sosial budaya termasuk ritual dan perayaan keagamaan. Dari data statistik kebudayaan Indonesia 2019 yang diterbitkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Warisan budaya tak benda Indonesia sangatlah banyak disebutkan mencapai 819 item. Terdiri dari 102 tradisi dan ekspresi lisan, 209 adat istiadat, ritus dan perayaan, 41 pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, 271 seni pertunjukan serta 196 kemahiran dan kerajinan tradisional. Disamping kuliner dan budaya, bangunan adalah bukti lain yang dapat menceritakan masa lalu. Dari bangunan kita dapat memetik pelajaran dan hikmah dari cerita yang tersimpan. Bangunan-bangunan ini tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Setiap tingkatan mulai desa hingga kota mempunyai bangunan bersejarah yang menjadi identitas dan ikon daerah tersebut. Masih dari data statistik kemendikbud tahun 2019 disebutkan bahwa jumlah arsitektur rumah berdasarkan jenis tiap provinsi ada sebanyak 175. Sedangkan jumlah cultural heritage (bangunan cagar budaya) yang tersebar dihampir semua provinsi di Indonesia mencapai 2.319. Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya Di JawaTimur, dan merupakan salah satu hasil perencanaan kota kolonial terbaik Hindia Belanda. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peninggalan arsitektur kolonial yang hingga saat ini masih berdiri megah (handinoto,2010) dan tata lingkungan yang memiliki nilai historis. Peninggalan arsitektural kolonial itu tersebar dalam bangunan yang dijadikan perkantoran, usaha, rumah tinggal, tempat ibadah hingga bangunan sekolah.Peninggalan ini menjadi bukti perkembangan Kota Malang yang pesat dari sebuah kabupaten kecil menjadi kotamadya kedua terbesar di Jawa Timur yang terjadi antara tahun1914-1940 (Patricia,dkk 2014). Pusat Kota Malang pada masa tahun 1914 terletak dikawasan Kayutangan hingga alun alun kota Malang. Area Kayutangan kota Malang terletak di Jalan Basuki Rahmat gang VI, kauman Klojen. Sejak tanggal 22 April 2018 kampung kayu tangan ditetapkan sebagai kawasan warisan budaya (heritage) oleh pemerintah kota Malang (Radar Malang 2018). Setelah penetapan Kayutangan sebagai salah satu area heritage, dimulai pula eksplorasi wilayah ini oleh para pecinta dan praktisi budaya di Malang Raya. Bahkan tahun 2019 untuk pertama kalinya digelar Oeklam oeklam Heritage Kayutangan oleh masyarakat peduli warisan budaya yang tergabung dalam Malang raya Heritage (Malang Post, 2019). Kegiatan perdana tersebut berlangsung secara meriah dan dihadiri tidak saja oleh masyarakat sekitar tapi juga para wisatawan luar kota maupun mancanegara yang dengan antusias datang ke Kampung Kayutangan. Kampung Kayutangan menawarkan wisata budaya bermuatan edukasi sejarah, dengan memperlihatkan arsitektur rumah peninggalan colonial Belanda yang masih terjaga hingga saat ini. Ada sekitar 60 rumah yang teridentifikasi sebagai bangunan kolonial. Tidak hanya arsitektur bangunan, peralatan atau barang–barang kuno yang ada disana tapi juga kampung Kayutangan masih menyimpan banyak sisa peradaban masa lalu semisal makam mbah Honggo Kusumo (merupakan pembantu perjuangan pangeran Diponegoro), kuburan tandak, pasar krempyeng, irigasi Belanda, saluran air, tangga seribu dan titik lain yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Malang. Dengan segala kelebihannya sebagai kampung heritage menimbulkan dampak sosial terhadap perkembangan perekonomian di kampung tersebut. Sekarang kampung tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara .

Berdasarkan hal tersebut timbul ide bagaimana cara untuk dapat lebih mempublikasikan kawasan Kampung Heritage Kayutangan ke dunia luar. Untuk itulah kami beserta tim berencana membuat sebuah website untuk dapat mempublikasikan kampung Kayutangan. Setelah nantinya dibuat sebuah website tentu update dari sebuah website sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil survey lapangan kami melihat bahwa para pemuda karang taruna yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokda) memiliki semangat yang tinggi untuk dapat mempublikasikan kampung mereka. Sampai saat ini sudah terbentuk 3 pokda. Dengan tingkat  pendidikan rata rata adalah SMA dan sedikit yang PT sebenarnya kemampuan mereka untuk beradaptasi adalah tinggi. Untuk itulah kami membuat sebuah pelatihan pendampingan pengisian konten website terhadap para pemuda pokda. Dengan rata-rata usia muda dan produktif kami merasa pelatihan ini dapat dilaksanakan dan bermanfaat untuk perkembangan ekonomi masyarakat kampung Heritage.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mengadakan kegiatan pelatihan dan  pendampingan dalam pengisian konten website ini adalah agar para pemuda kampong heritage dapat mengupdate website dengan keadaan yang terkini dari perkembangan kampung heritage.

 

2. METODE  PELAKSANAAN

Adapun metode pelaksanaan pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu dengan metode transfer ilmu dari kami kepada pihak yang di suluh yaitu para pemuda karang taruna kampung heritage.

Adapun metode pelaksanaan program adalah sebagai berikut :

a.  Survei dan Interview

Survei telah dilakukan pada tanggal 9, 28 April 2020 Adapun tempat yang disurvei adalah sepanjang kampung heritage yang terdiri dari 3 RW yaitu RW 01 RW 02 dan RW 09. Sedangkan interview telah dilakukan pada tanggal 11 April 2020 dengan pak RW dan pada tanggal 20 dan 28 April interview dilakukan dengan ketua dan para pengurus karang taruna.

Dan setelah melakukan koordinasi dengan pihak pihak tersebut menyatakan bersedia kerjasama dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2020.

b.  Studi Literatur

Mengadakan Studi literature tentang Website menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database My SQL . Dan juga studi literature tentang kampong heritage di                   kota Malang.

c.  Persiapan

Adapun tahapan persiapan kegiatan-kegiatan seperti : melakukan survey terhadap kampung heritage tersebut. Mempersiapkan penginstalan software bahasa pemrograman PHP dan database My SQL, mempersiapkan kuisioner yang akan diberikan diawal dan diakhir pertemuan pelatihan dan mempersiapkan pembuatan modul untuk pelatihan yang di berikan kepada para peserta.

e.    Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan selama 1 bulan dengan tempat pelaksanaan pengabdian yaitu di gedung serbaguna RW IX Kelurahan Kauman.

f.    Tahap Pelaksanaan Kegiatan

Tahap pelaksanaan kegiatan adalah langkah pertama pembuatan modul.

Modul pelatihan dibagi menjadi dua bagian sesuai dengan pelaksaan kegiatan, meliputi :

1.      Pengenalan website.

2.      Pengisian Konten website.

Untuk Hasil dari pembuatan modul ini hasilnya dapat dilihat dilampiran berupa modul Pelatihan yang berjudul “modul Pelatihan Pengisian Konten Website bagi Karang Taruna di Lingkungan Kelurahan Kauman.

Sedangkan untuk tahap pelatihannya kegiatannya dibagi menjadi 2 tahap yaitu:  

1.   Tahap Pertama

Pada pelatihan tahap pertama, materi yang akan disampaikan meliputi pengisian konten untuk fitur-fitur sebagai berikut :

a.      Beranda,

b.      Event,

c.      Kuliner.

Adapun media yang digunakan pada fitur-fitur ini adalah gambar, video, audio dan text. Digunakan fitur POST untuk mengisi konten pada fitur-fitur website tersebut.

2.   Tahap Kedua

Pada pelatihan tahap selanjutnya, materi yang akan disampaikan meliputi pengisian konten untuk fitur-fitur sebagai berikut :

a.    Tentang Kami,

b.    Testimoni

g.   Evaluasi

Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan, sehingga dapat dilakukan penyempurnaan apabila ditemui kekurangan-kekurangannya.

Rancangan Evaluasi

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan dalam pengisian sesudah dilakukan pelatihan. Evaluasi dilakukan dengan dua kali sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi dilakukan dalam pengisian kuisioner oleh peserta pelatihan. Kuisioner dimaksudkan untuk mengetahui pendapat dari peserta pelatihan mengenai kegiatan yang diadakan, sehingga dapat diketahui apakah tujuan dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan kemampuan dalam pengisian konten website sudah tercapai atau belum.

 

3.  HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan dalam proposal pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan jasa pelatihan pengisian konten website kepara pemuda karang taruna. sehingga website kampung heritage dapat terus update sesuai dengan keadaan terkini. Kegiatan pengabdian masyarakat yang di laksanakan di Kelurahan Kauman. Adapun susunan materi kegiatan dibagi menjadi 6 bagian meliputi : Registrasi, B. Login, C. Pengisian Konten Fitur Event, D. Pengisian Konten Fitur Kuliner, E. Pengisian Konten Fitur Akomodasi, F. Pengisian Konten Galery.

 

A.      REGISTRASI

Fitur registrasi digunakan untuk melakukan pendaftaran yang diperuntukkan untuk Admin pengelola Website.

Gambar 1. Tampilan Menu Beranda


Gambar 2. Tampilan Menu Sign Up

 

B.     LOGIN

Menu LOGIN merupakan menu yang digunakan untuk melakukan Login bagi Admin sehingga dapat mengakses website.



Gambar 3. Tampilan Menu LOGIN

 

C.    PENGISIAN KONTEN FITUR EVENT

Fitur Event merupakan fitur yang digunakan untuk menampilkan acara-acara atau event-event yang diadakan di lingkungan Kampoeng Heritage Kayoe Tangan.



Gambar 4. Pengisian konten fiture event

 

D.       PENGISIAN KONTEN FITUR KULINER

Fitur Kuliner merupakan fitur yang digunakan untuk menampilkan kuliner-kuliner yang dapat ditemui di lingkungan sekitar Kampoeng Heritage Kayoe Tangan.

Gambar 5. Tampilan Data Kuliner

E.     AKOMODASI

Fitur Akomodasi merupakan fitur yang digunakan untuk menampilkan akomodasi-akomodasi yang dapat ditemui di lingkungan sekitar Kampoeng Heritage Kayoe Tangan.


Gambar 6. Tampilan Halaman Data Akomodasi

 

F.     PENGISIAN KONTEN FITUR GALERY

Fitur Gallery merupakan fitur yang digunakan untuk menampilkan Gallery foto-foto dari obyek- obyek wisata yang ada di Kampoeng Heritage Kayoe Tangan.



Gambar 7. Tampilan Halaman Data Gallery

  

4. PENUTUP 

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sesuai dengan kondisi terkini di Kota Malang dan sesuai dengan situasi masyarakat di Indonesia pada umumnya yang saat ini telah mengalami dampak terjadinya pandemi COVID-19. Ditambah lagi dengan segala kelebihannya,  Kayoetangan sebagai kampung heritage menimbulkan dampak sosial terhadap perkembangan perekonomian di kampung tersebut. Apalagi  kampung tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun non domestik (mancanegara). Sehingga kegiatan pendampingan “Pelatihan Pengisian Konten Website bagi Karang Taruna di Lingkungan Kelurahan Kauman”, sangat mendukung upaya dalam mempromosikan serta mempublikasikan kawasan Kampung Heritage Kayutangan ke seluruh penjuru dunia. Terlebih berdasarkan hasil survey lapangan kami melihat bahwa para pemuda karang taruna yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokda) memiliki semangat yang tinggi untuk dapat mempublikasikan kampung mereka. Sampai saat ini sudah terbentuk 3 pokda. Dengan tingkat pendidikan rata rata adalah SMA dan sedikit yang PT sebenarnya kemampuan mereka untuk beradaptasi adalah tinggi. Untuk itulah kami membuat sebuah pelatihan pendampingan pengisian konten website terhadap para pemuda pokda. Dengan rata-rata usia muda dan produktif kami merasa pelatihan ini dapat dilaksanakan dan bermanfaat untuk perkembangan  ekonomi masyarakat kampung Heritage.

 

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridhoNyalah kami dapat melaksanakan kegiatan dan menyelesaikan laporan pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul “Pelatihan Pengisian Konten Website bagi Karang Taruna  di Lingkungan Kelurahan Kauman”.

Rasa terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi serta memberikan dukungan kebijakan dan pengarahan dalam penyusunan laporan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada segenap pimpinan Institut Teknologi Nasional Malang, segenap pimpinan Kelurahan Kauman serta rekan-rekan Karang Taruna di Lingkungan Kelurahan Kauman, Malang. Institut Teknologi Nasional Malang yang telah mendanai kegiatan ini melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat ITN Malang, juga rekan-rekan mahasiswa ITN Malang yang tergabung dalam tim kegiatan abdimas ini. Tak lupa, kami juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pimpinan, segenap pengurus Karang Taruna Kelurahan Kauman Malang yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kami menyadari bahwa kegiatan pengabdian ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kendala yang dijumpai di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan sebagai tindak lanjut program ini sangat kami harapkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

5. DAFTAR PUSTAKA

 

Handinoto. 2010. Arsitektur dan Kota-Kota di Jawa pada Massa Kolonial.

          Yogyakarta: Graha Ilmu.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian           

           Pendidikan dan Kebudayaan Kompleks Kemendikbud. 2019. Statistik

           Kebudayaan 2019. Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan    

           Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kompleks

           Kemendikbud, Gedung E Lantai 1.

Fathoni, Budi, Soewarni, Ida, Oktaviano, G., Ellza, Wedyantadji, Bambang.                     

           2019. Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Di Kawasan Kayutangan    

           Kelurahan Kauman Kota Malang, Studi Kasus di Kampung  

           Kayutangan, Kota Malang. IV:(55-62).

Anonim. Februari Alun-alun Di Face Off Berkonsep hijau

           Modern.http://radarmalang.co.id/februari-alun-alun-di-face-off-  

           berkonsep-hijau-modern-1591.htm/pkl-padati-alunalun-malang.  

           (Diakses tanggal 15 Januari 2020, jam 16.00 WIB).

Mbah Ukik. Pudarnya Keindahan Alun-alun Kota

           Malang.http://www.kompasiana.com/aremangadas/pudarnya-  

           keindahan-alun-alun-kota-malang_552ff6c66ea834ff758b4586.

           (Diakses tanggal 15 Januari 2020, jam 15.00 WIB).

Related Posts