Saturday, November 16, 2019

Small Step in The Long Journey become Enabler

Catatan Akhir Pekan

OpinionDay #27
Oleh : Agung Ektika (SSG-037)


Memperhatikan video @mardiguwp mengenai ide dari anak anak di Bali ini, jadi muncul ide dari sisi Logistics EXIM setiap minggu di Surabaya atau bahkan lebih luas lagi di seluruh belahan dunia, which memunculkan sebuah opportunity baru.

Misalkan skala kecil di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Dimana setiap akhir pekan terutama mulai Kamis, puncaknya hari Jum'at sore, daerah Margomulyo dan jalan tol arah ke Perak menjadi nightmare, karena macet parah.

Kenapa?

Karena pada umumnya berbarengan dengan Closing Cargo untuk Export, dimana hampir 90% shipping lines menerapkan open stack di awal minggu dan Closing Cargo end of week.

Ditambah lagi volume kendaraan dari jalan tol. Jalan tol baru merubah perilaku urban. Orang Madiun, Nganjuk, Jombang, Malang, Pasuruan dan lain-lain untuk berbisnis ke Surabaya lebih sering karena kemudahan akses plus mungkin ke daerah lain kayak ke JogLo Semar.

Sehinga pastilah menambah volume. Dan ini adalah peluang.

Direct Opportunity adalah menyediakan storage temporary yang lebih competitive untuk early open stack atau early stuffing. Terutama bagi pemilik lahan di sekitar Osowilangun atau Kalianak / Margomulyo bisa dan mau menangkap peluang ini.

Namun ide tersebut harus diperkuat dengan Angka dan Problems. Perlu dihitung terlebih dulu benefitnya, dengan menggunakan data rata-rata volume export per minggu di Surabaya either thru TPS atau Teluk Lamong

Benefitnya: selain mengurai kemacetan juga memberikan solusi agar tidak shut out karena stuck tidak bisa gate in atau VGM nggak ter-register on time dimana tentu saja kena surcharge pelayaran. Either menggunakan metode 1 atau 2, cukup lumayan misal 150 ribu per container.

Terlebih jika kena shut out dan harus roll over to the next vessel. Akan bertambah besar extra cost-nya, belum lagi sosial cost, dan yang lain misal ketinggalan pesawat.

Hal-hal ini dekat dengan keseharian kita di lingkup SCM / Logs yang bisa kita kaji bersama, dimulai dengan collecting all problems in a rows of SC terutama yang in-efficient kemudian kita kaji bersama.

Sekali lagi ini menjadi: Small step in the Long Journey become Enabler.

Semoga hal tersebut nantinya ada yang mem-fasilitasi in the near future opportunity. Small things with big potential margin in the future

Lets get it done sooner as part of our contribution to make solutive study for better life.


(Ilustrasi foto dari detik.com)
(Link video https://www.instagram.com/tv/B43aOXZAUOr/?utm_source=ig_web_copy_link)

Tuesday, November 12, 2019

Kolaborasi 3 Komunitas


Ketika tiga komunitas professional (IPOMS, ECI, dan IPSCLC) bertemu secara santai dan serius dalam sebuah gathering untuk merencanakan sebuah kegiatan bersama utk memberikan manfaat kepada masyarakat profesional di akhir tahun 2019.

"Best practice - Warehouse management ".

Konsep yang diusung akan baru dan dengan semangat "Deliver the Values".


Sumber :
https://www.linkedin.com/posts/amikaja_supplychain-ipoms-eci-activity-6600015916958875648-HpRy

Sunday, November 10, 2019

Customer Experience

OpinionDay #26
Oleh : Anang Fahmi Syarif (SSG-144)


Bagaimana menurut Anda yang lebih tepat antara "Pelanggan saya dibajak oleh kompetitor atau Pelanggan meninggalkan Anda". Dalam era sekarang, "Customer experience" adalah sesuatu yang sangat perlu diperhatikan sehingga tidak ada istilah pembajakan pelanggan.

Kita perlu terus melakukan improvisasi atau istilah keren-nya "Continuous Improvement" di semua lini operasional perusahaan, tidak terlepas dari bidang bisnis itu sendiri.

Setiap personal di perusahaan diwajibkan untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan untuk mendukung "Continuous Improvement" di perusahaan masing-masing dan bukan untuk hanya dipelajari serta dipublish (baca : gaya-gayaan dan di publish di Social Media).

Tantangan berikutnya setelah kita belajar adalah menerapkan semua ilmu baru yang tersebar banyak di media online untuk bisa meningkatkan performa perusahaan dalam mempertahankan eksistensi & legacy di persaingan bisnis.


https://www.linkedin.com/posts/amikaja_selfreminder-continuousimprovement-supplychain-activity-6599210827650306048-5CCS

Peran Blockchain dalam Mengubah Supply Chain Dan Industri Logistik (2)

OpinionDay #23
Oleh : Erwin K. Awan (SSG-059)

Bagian Ke-2

Blockchains Private (pribadi) dan publik adalah dua pilihan menu yang telah ada dan untuk kedua opsi tersebut, fitur utamanya adalah begitu transaksi disetujui dan sudah berada di dalam Blockchain, maka tidak akan dapat diubah atau diedit lagi. 

Beberapa institusi fintech yang lebih besar (termasuk WeBank, bank swasta pertama di China yang sepenuhnya digital) mempertimbangkan untuk menggunakan kombinasi jaringan blockchain publik dan privat ke dalam perbankan online mereka. 

Namun demikian sejak 2016 opsi ketiga ini telah dikembangkan. Accenture telah mematenkan 'Blockchain yang dapat diedit', dimana riwayat dari transaksi dapat disesuaikan oleh otoritas pusat. Ini sedikit kontradiksi, karena kekuatan Blockchain adalah bahwa data setelah divalidasi tidak dapat diubah. 

Namun, Accenture mengklaim bahwa jenis Blockchain ini hanya untuk Blockchain yang diizinkan private - digunakan misalnya oleh bank, tempat otoritas pusat dapat mengelola jaringan berdasarkan aturan tata kelola yang disepakati. Jenis Blockchain ini akan menawarkan 'tombol pengaman' yang dapat membuat Blockchain lebih aman untuk digunakan.

Jenis blockchain yang dapat dipilih oleh suatu organisasi tergantung pada tujuan organisasi dan jenis transaksi yang perlu disimpan pada blockchain. Beberapa transaksi, seperti transaksi keuangan, tidak boleh terlihat oleh masyarakat umum, sedangkan transaksi lainnya, seperti kepemilikan barang (digital) dan sertifikat tanah, lebih berfaidah dari blockchain publik. Terlepas dari jenis blockchain, data yang disimpan menjadi tidak berubah, dapat diverifikasi, dan dapat dilacak, karena empat komponen utama Blockchain: primitif kriptografi, mekanisme konsensus, transaksi, dan smart contract (kontrak pintar).

Kriptografi
Kriptografi adalah komponen kunci dari sistem blockchain jenis apapun, dan terdiri dari dua fitur penting: digital signature (tanda tangan digital) dan Hash Algoritma.

Digital signatures (Tanda tangan digital)
Tanda tangan digital didasarkan pada kriptografi kunci publik, juga dikenal sebagai kriptografi asimetris. Kriptografi asimetris berarti bahwa dua kunci, kunci publik dan kunci privat, secara matematis terkait satu sama lain. Hubungan ini berarti bahwa data apa pun yang dienkripsi oleh satu kunci (kunci publik) hanya dapat didekripsi oleh kunci lainnya (kunci privat), dan sebaliknya. Tidak mungkin untuk mengenkripsi data dengan kunci publik dan menggunakan kunci publik lain untuk mendekripsi data tersebut. 

Akibatnya, Anda dapat menggunakan pasangan kunci untuk mengidentifikasi pemilik aset digital tertentu. Karena kunci publik tersedia untuk umum, data apa pun yang dienkripsi dengan kunci privat terkait hanya dapat didekripsi dengan kunci publik yang sesuai. Ini berfungsi seperti kotak surat, di mana setiap orang memiliki kunci untuk menyimpan surat ke kotak surat itu, tetapi hanya satu orang yang memiliki kunci yang tepat untuk membuka kotak surat dan mengeluarkan surat itu.


Infrastruktur Kunci Publik kini telah banyak digunakan. Hampir semua yang berbasis online telah menggunakan Public Key Infrastructure, dari mengirim email ke situs web yang dikunjungi (situs web dienkripsi menggunakan Public Key Infrastructure jika memiliki sertifikat SSL dan situs web menunjukkan https). Ini berarti kita dapat memastikan bahwa data yang dikirim antara pengirim dan server tidak terputus. Public Private Key Infrastructure juga digunakan untuk memastikan keaslian dokumen tertentu, yang dilakukan menggunakan Algoritma Hash.

Hash Algorithms
Setiap blok data pada blockchain menerima sebuah hash ID, sebagai kunci database, yang telah dihitung oleh Algoritma Secure Hash. Hash dari sebuah blok tetap. Dengan kata lain, hash ID yang dialokasikan untuk sebuah blok tidak pernah berubah. Algoritma Hash digunakan dalam berbagai komponen teknologi blockchain, salah satunya adalah hash ID, yang merupakan string unik dari 64 angka dan huruf yang ditautkan ke data di setiap blok. Badan Keamanan Nasional AS (NSA) telah merancang generasi Hash Functions kriptografi generasi kedua yang disebut Algoritma Hash Aman 2, yang mencakup SHA-256, Algoritma Hash Aman yang sangat efisien yang menciptakan ID hash unik untuk setiap bagian data.


Algoritma hash membuat hash yang sama persis jika datanya juga sama. Mengubah hanya satu bit dalam data akan menghasilkan ID hash lain yang sama sekali baru. ID hash dari blok yang ditambahkan ke blockchain adalah data awal untuk blok berikutnya, dan dengan demikian blok dirantai bersama. Artinya jika data dalam blok diubah, maka akan mengubah hash blok tersebut, yang pada gilirannya akan mengubah hash di blok berikutnya, dan seterusnya. Untuk merusak data, blok harus divalidasi ulang dengan konsensus. Ini tidak akan terjadi karena node lain dalam jaringan tidak memiliki insentif untuk bekerja pada blok 'lama' di dalam blockchain. Selain itu, blockchain terus berkembang, sehingga membutuhkan daya komputasi yang cukup besar untuk memvalidasi ulang blok lama, yang membuatnya tidaklah bermanfaat. Hash membuat data pada blockchain kekal dan terbukti tidak berubah dari waktu ke waktu.

Referensi

5.    Distributed Ledgers (2017)
6.    Risks and Opportunities for Systems using Blockchain and Smart Contracts (2017)
8.    Blockchain: Transforming Your Business and Our World (2019)
9.    https://www.digitalsignaturemart.com

Sunday, November 3, 2019

Tips Entrepreneur memulai Startup



Materi Study Group ke-35 yang diadakan di kota Nganjuk, diawali oleh narasumber Titah Laksamana, (Co Founder PT. Mitra Usaha Hortindo) dengan quote Jeff Bezos, CEO Amazon.com, yang mengatakan bahwa "If you don't understand the details of your business you are going to fail".

Yang dikatakan Jeff Bezos tsersebut sangat tepat, faktanya 9 dari 10 startups itu gagal dalam 5 tahun pertama mereka. Kenapa?

Ternyata permasalahan modal bukan yang utama. Kebanyakan kegagalan berbisnis dikarenakan no market need. Ketika salah menentukan market maka Anda akan kalah bersaing dengan mudah, produk yg dihasilkan salah, strategi jualannya pun salah.


Kesalahan pertama mayoritas dalam berbisnis adalah mulai dari produk, tidak menganalisa pasar terlebih dahulu. Yakinkan terlebih dahulu bisnisnya punya market.

Entrepreneurs wajib mengetahui produk mereka berada di kategori mana. Misalnya makanan, definisnya terlampau luas. Harus lebih spesifik dan detil, misalnya dessert, fastfood. Fast food diperdetil, ada menengah keatas, menengah kebawah. Ada fastfood ayam atau burger.

Kenapa penting mengetahui itu? Karena untuk mengetahui playing field anda yg menentukan hampir semua aspek misalnya perilaku konsumen dan kompetisi.


Untuk itu kita perlu membedakan antara problems dan needs?

Orang lapar butuh makan. Tapi pilihan makanannya pun berbeda-beda. Misalkan karyawan di kantor, saat jam makan siang namun bosan dengan makanan kantin, lalu pengen makanan lain tapi tidak ada waktu untuk keluar kantor, maka muncul Gojek dengan menu Go-foodnya sebagai fasilitator maka hal tersebut menjadi needs.

Identifying your costumer’s pain point. The bigger they are the bigger potential market


Kemudian materi dilanjutkan oleh Iman Supriyono (Founder SNF Consulting). Oleh beliau kita tidak diperkenankan untuk menyebut diri sebagai UKM (Usaha Kecil Menengah) atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Serta jangan pernah melabeli diri sebagai UKM atau UMKM. 

Mengapa? 

Pertama, menyebut diri berulang-ulang adalah sebuah afirmasi. Menyebut berulang-ulang dalam jangka jangka panjang adalah penguatan afirmasi. Afirmasi akan masuk alam bawah sadar dan akan menuntun Anda menjadi apa yang Anda afirmasikan itu.

Hubungan ekonomi antar negara itu seperti permainan sepak bola. Pemenang bukanlah kesebelasan yang gawangnya tidak kebobolan sama sekali. Pemenang adalah yang membobol gawag lawan lebih banyak daripada gawangnya dibobol oleh lawan

Jadi boleh saja kita impor barang dari luar negeri, tapi ekspor barang kita keluar negeri harus lebih besar. 


Dan akhirnya tidak terasa rangkaian acara Study Group ke-35 usai. Kami ucapkan terima kasih kepada peserta yang telah menyempatkan hadir di hari Minggu. Kami ucapkan terima kasih pula ibu Riyana W. perwakilan dari Disperindag, Nganjuk.

Terima kasih pula WanaArtha Life kota Nganjuk yang menjadi sponsorship acara pagi ini, yang telah membagikan suvenir dan doorprize bagi peserta.



Sampai jumpa di Study Group ke-36.

Peserta Study Group ke-35 hari ini adalah sebagai berikut

  1. Taufan Yanuar (PT Hair Star Indonesia)
  2. Agung Ektika (PT. Cargill Indonesia, Gresik)
  3. Erwin K Awan (PT Veolia)
  4. Tommy Indianto (SOLCOFIN PTE LTD)
  5. Ruliarsa Arif Pranowo (PT. GDC Multi Sarana)
  6. Teguh Andriyanto (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
  7. Widhy Wahyani, ST., MM. (Sekolah Tinggi Teknologi POMOSDA, Nganjuk)
  8. Noviar Agung (PT Etika Dairies Indonesia, Malang)
  9. Ristonny Herady (PT Massindo Solaris Nusantara)
  10. Anang Fahmi Syarif (Pilarmedia Indonesia)
  11. Tatit Aji Wijaya (PT Wavin Tunas Utama, Mojokerto)
  12. Weni Widarwati (WanaArtha Life, Nganjuk)
  13. Salsa Shauma Jadida (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya)
  14. Aidina Ristyawan (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
  15. Rini Indriati (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
  16. Dra, Yuli Purwanti
  17. W. Rahayu Sejati
  18. Teguh Adi Priyanto (STT POMOSDA Nganjuk)
  19. Safinatan Naja (STT POMOSDA Nganjuk)
  20. Divia Islamatul Nur Khumaya (STT POMOSDA Nganjuk)
  21. Ulfaturrohimah (STT POMOSDA Nganjuk)
  22. Muhammad Ricky Andriyani Asyathor (STT POMOSDA Nganjuk)
  23. Badar Ramadhanu Ibnu Mustofa (STT POMOSDA Nganjuk)
  24. Mohammad Rifa'i (STT POMOSDA Nganjuk)
  25. Wakhid Nurhuda (STT POMOSDA Nganjuk)
  26. Koirul Anam (Putra Tanjung)
  27. Muhammad Taufan Eko Prasetyo (STT POMOSDA Nganjuk)
  28. Victorio Vetzera (WanaArtha Life Nganjuk)
  29. Hanifatul Triastuti (WanaArtha Life Nganjuk)
  30. Riyana W (Disperindag, Nganjuk)

Saturday, November 2, 2019

Raker IPOMS Surabaya



Raker (Rapat Kerja) dari IPOMS (Indonesian Production and Operation Management Society) diadakan pada hari Sabtu malam, tanggal 02 November 2019, pukul 18.00 yang diadakan di kota Nganjuk, tepatnya diselenggarakan di Rorojongrang Cafe.


Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Agung Ektika, selaku Ketua IPOMS Chapter Surabaya kemudian diserahkan kepada Widhy Wahyani, selaku tuan rumah untuk Raker dan acara Study Group ke-35 keesokan paginya.

Terdapat beberapa keputusan sebagai misi yang diusung yang sejalan dengan visi IPOMS, yaitu "Become a trusted and solutive partner for production, operations management, logistic, supply chain, and inventory.".

Beberapa program kerja dirangkum dalam 1 diagram, sebagai berikut :

Friday, November 1, 2019

Peran Blockchain dalam Mengubah Supply Chain dan Industri Logistik

OpinionDay #22
Oleh : Erwin K. Awan (SSG-059)


Bagian Ke-1

Blockchain adalah babak baru disrupsi yang telah mendesain ulang interaksi bisnis, sosial, and politik, serta pertukaran value lainnya. Sebuah kata yang begitu popular dan telah menjadi kata kunci selama beberapa tahun terakhir, menyusup ke dalam kosa kata arus utama bersanding dengan Big Data, Internet of Things dan kecerdasan buatan (AI). Sekali lagi, ini bukan hanya perubahan, tetapi fenomena cepat yang sudah berjalan.

Anda mungkin pernah membacanya di tajuk utama atau di dalam artikel. Baru-baru ini, Blockchain mulai sering disandingkan dengan Supply Chain karena mulai munculnya pertanyaan apakah ia memiliki potensi untuk membuka value yang belum dimanfaatkan dalam Supply Chain dan industri Logistik. Teknologi Blockchain juga memiliki potensi untuk mengubah global supply chain serta meningkatkan kecepatan dan keamanan penanganan aliran barang di perbatasan internasional. Tetapi para peneliti mengatakan pertanyaan besar tetap tentang bagaimana transformasi akan terungkap.


Apakah Blockchain

Di tahun 2008, di mana beberapa bagian di dunia lain sedang menghadapi krisis keuangan terbesar dalam dekade terakhir, sebuah makalah diedarkan di antara sekelompok kecil penggemar kriptografi. Dalam tulisan ini, Satoshi Nakamoto menjelaskan konsep cryptocurrency yang dinamakan Bitcoin serta jalan keluar untuk sebuah masalah lama yang disebut dengan double spending (di mana token digital yang mewakili nilai unik dapat digunakan lebih dari satu kali). Selama bertahun-tahun, double spending (pengeluaran ganda) telah menjadi salah satu hambatan utama untuk adopsi uang digital secara luas. Pada 2008, nama domain Bitcoin.org didaftarkan, dan pada awal 2009, Block Genesis untuk bitcoin — yaitu, blok pertama dalam blockchain — dibuat. Pada saat itu, tidak ada yang bisa meramalkan dampak teknologi yang didasari oleh white paper Nakamoto tersebut terhadap beberapa organisasi besar dunia, Intermediaries terpercaya, serta masyarakat pada umumnya.

Sejak white paper Nakamoto, teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger), juga dikenal sebagai teknologi blockchain, telah dengan cepat mendapatkan popularitas. Meskipun buku besar telah ada selama ribuan tahun, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka dapat diperbarui di beberapa organisasi dan jaringan komputer secara bersamaan melalui penggunaan teknologi blockchain. Fungsionalitas ini secara signifikan mengurangi kemungkinan 'Mempermaikan' sistem, yaitu, sifat terdistribusi dan terdesentralisasi dari buku besar blockchain mencegah setiap pihak dari mengendalikan, dan oleh karenanya memanipulasi, buku besar. Kriptografi yang mendasari blockchain memastikan sistem 'tanpa kepercayaan', sehingga menghilangkan kebutuhan perantara untuk mengelola risiko. Ini adalah perubahan paradigma yang sebenarnya dan itulah mengapa banyak organisasi mengeksplorasi potensi penggunaan Blockchain untuk meningkatkan sistem pelacakan dan audit mereka. Meskipun teknologi blockchain baru ada kurang dari satu dekade, bisnis, organisasi pemerintah, dan konsorsium telah berinvestasi secara signifikan dalam fenomena modern ini, dengan tujuan untuk mengeksploitasinya demi keuntungan finansial atau politik.


Teknologi Blockchain
Untuk memahami bagaimana kita harus menggunakan Blockchain, pertama mari kita selami teknologinya.

Blockchain adalah buku besar publik atau pribadi yang dibagikan dan didesentralisasi yang menggambarkan versi tunggal dari kebenaran kepemilikan. Ini adalah buku besar terdistribusi yang menggunakan teknologi database untuk merekam dan mempertahankan daftar data yang terus bertambah, yang tidak dapat diubah dan tidak dapat dipulihkan, diverifikasi, dan dapat dilacak. Pada awalnya, catatan data ini adalah transaksi bitcoin, namun sekarang aplikasi ini telah bergeser ke semua jenis transaksi online di semua industri.

Blockchains dapat berfungsi sebagai penyimpan catatan bagi masyarakat, termasuk pendaftaran semua jenis dokumen atau properti. Catatan data disimpan secara kronologis dalam blok yang dirantai bersama secara kriptografis. Setiap node dalam jaringan memiliki salinan blok dan, agar transaksi ditambahkan ke rantai, harus ada konsensus di antara node dalam jaringan.




Hasilnya adalah transaksi peer-to-peer menjadi mungkin, tanpa perlu melakukan otoritas sertifikasi yang tersentralisasi, seperti bank, yang biasanya membutuhkan komisi kecil untuk melakukan pekerjaan. Penghapusan pihak ketiga, dan kemampuan organisasi dan konsumen untuk melakukan transaksi peer-to-peer hampir secara instan, adalah perubahan paradigma yang sesungguhnya. Inilah yang membuat Blockchain sangat penting.


Permissioned & Permissionless Blockchain

Permissionless Blockchain atau Blockchain tanpa ijin adalah blockchain umum. Contoh paling terkenal adalah Bitcoin blockchain. Kepercayaan dalam sistem diciptakan melalui insentif teori permainan (game theory) dan kriptografi. Ini berarti bahwa siapa pun yang tertarik untuk bergabung dengan permissionless blockchain tertentu dapat melakukannya hanya dengan menghubungkan komputernya ke jaringan yang didesentralisasi, mengunduh aplikasi, dan mulai memproses transaksi. Tidak perlu memiliki hubungan sebelumnya dengan buku besar dan Anda tidak perlu disetujui untuk bergabung. Jika Anda ingin mulai menambang Bitcoin dan mendukung jaringan Bitcoin, cukup buka https://bitcoin.org/en/full-node dan mulai. Permission Blockchain tersedia untuk publik tidak dimiliki oleh siapa pun dan semua orang dapat ikut berkontribusi.

Di sisi lain permissioned blockchain, atau blockchain pribadi, tidak memerlukan insentif buatan ini karena semua aktor dalam jaringan saling dikenal. Aktor baru harus disetujui oleh seluruh anggota yang ada dalam jaringan, yang memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dan efisiensi dalam memvalidasi transaksi. Blockchain pribadi umumnya digunakan oleh organisasi yang suka menyimpan buku besar bersama untuk penyelesaian transaksi, seperti dalam industri jasa keuangan. Mereka dimiliki dan dioperasikan oleh sekelompok organisasi dan transaksinya hanya dapat dilihat oleh sesama anggota jaringan.


Bersambung ke Bagian Ke-2

Referensi

1. www.reuters.com/article/us-bitcoin-regulations-germany/any-rule-on-bitcoin-must-be-global-germanys-central-bank-says-idUSKBN1F420E.
2.    As per March 2018—https://blockchain.info/charts/blocks-size/.
3.    https://bitinfocharts.com/bitcoin%20cash/—as at March 2018.
4.    https://blockchain.info/charts/avg-block-size.
5.    Distributed Ledgers (2017)
6.    Risks and Opportunities for Systems using Blockchain and Smart Contracts (2017)
7.    www.data61.csiro.au/en/our-work/safety-and-security/secure-systems-and-platforms/blockchain.
8.    Blockchain: Transforming Your Business and Our World (2019)

Related Posts