Friday, September 6, 2019

Metode SCM yang Ter-update

Thanks God It's Friday. Sehingga penat setelah 1 minggu kerja, menjadikan waktu yang tepat untuk ngobrol ringan. Diskusi online di whatsapp group pada hari Jumat dibuka pada pukul 15:08, saat ada member yang bertanya, "Apakah ada metode SCM yang ter-update?".

Pertanyaan tersebut dilanjutkan saat penanya sempat mengerjakan purchasing dengan peramalan dan MRP, sewaktu di Dept Produksi pakai waktu standart dan line balancing, serta di ekspedisi pakai DRP. Kira-kira metode itu semua masih relevan? Apakah ada yang lebih updates.


Beberapa senior menanggapi, bahwa metode diatas masih update. Ada beberapa enhancement untuk optimizing planning dan execution-nya. Misalnya aplikasi Advance Optimizer untuk menemukan balancing demand: supply, dan detail scheduling. Melakukan optimasi deployment alokasi supply lalu dilanjutkan dengan DRP.

Untuk proses supply chain, diperkenalkan S&OP untuk decision making proses, misalnya melibatkan manajemen decision untuk cover shortage/excess demand/capacity production/warehouse dengan investing capital untuk menambah resource.

Misalnya dengan invest new machine/equipment, extra space warehouse, recruite workforce untuk additional shift dsb. Yang selanjutnya setelah S&OP, ada IBP (Integrated Business Planning) melibatkan product management review, volume, dan financial overview dari awal sampai akhir, sehingga proses pengambilan keputusan oleh top manajemen lebih solid karena disertai end to end business information.

Saat ini di beberapa perusahaan sudah tidak menggunakan S&OP tapi IBP (integrated business planning).

Semua hal tersebut akan tergantung pada software atau ERP yang digunakan, karena biasanya sudah ter-setup di dalam ERP tersebut tinggal pilih optimizer rule yang dipilih atau bisa set up algorithma secara manual.

No comments:

Post a Comment

Related Posts