Wednesday, February 12, 2020

Multi Supplier vs Single Supplier

#OpinionDay
Oleh : Taufan Yanuar (SSG-007)

Saat rapat rutin mingguan, Divisi Purchasing dari Departemen SCM sebagai pintu gerbang awal dari Perusahaan mengungkapkan bahwa diperkirakan beberapa hari kedepan akan terjadi problem di lantai Produksi dikarenakan terdapat beberapa komponen bahan baku yang masih belum datang.


Hal tersebut dikarenakan dampak dari supplier di China yang setelah masuk 1 hari dari libur imlek, lalu diinstruksikan lagi oleh pemerintah setempat agar tutup kembali. Bahkan Presiden China Xi Jinping mengatakan tidak ada PHK massal karena wabah virus corona. Para karyawan, tetap bekerja hanya saja dilakukan dari rumah masing-masing hingga 10 hari ke depan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini Indonesia masih menggantungkan 60% pasokan bahan bakunya pada China.  Untuk industri otomotif disebutkan hampir 70% bahan baku industri masih diimpor, salah satunya dari China. Dimana Wuhan merupakan daerah produsen onderdil atau suku cadang kendaraan bermotor. Bahkan untuk kebutuhan bahan baku produksi farmasi di Indonesia ketergantungan pasokan impor bahkan mencapai 90%.

Banyak impor dari China dikarenanakan bahan baku dari China memiliki keunggulan kompetitif dan komperatifnya .

Dengan mandeknya impor bahan baku tersebut menjadi peluang bagi Indonesia meningkatkan bahan baku industri dalam negeri sekaligus dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap China.

Selain mencari jalan keluar dengan mencari sumber bahan baku dari negara lain, misalnya dari India, Korea, Jepang dan Eropa Timur, kita juga harus mulai menerapkan dan meningkatkan utilisasi konsumsi daripada bahan baku dalam negeri maka hal ini dapat memberikan kesempatan untuk industri dalam negeri.

Memang virus yang ada bukanlah faktor langsung pendorong di balik kerugian yang dialami. Tapi bagaimana sikap dari konsumen, bisnis, dan pemerintah dalam merespon wabah tersebutlah yang memiliki peran paling besar.

Orang-orang cenderung akan tinggal di rumah selama wabah untuk menghindari sakit, mencegah mereka untuk bepergian, belanja, ataupun bekerja. Perusahaan-perusahaan dan pemerintah pun menutup toko dan pabrik, membatasi produksi.

Sehingga virus Corona ini berdampak pada pasokan bahan baku industri di Indonesia. Bahan baku industri menjadi hilang, atau setidaknya membuat biaya pengiriman menjadi lebih mahal. Ekononi akan sangat rentan jika terlalu bergantung pada faktor ketidakpastian dari supply chain dan pasar.

Terlebih bagi perusahaan yang mengandalkan single vendor atau single supplier di Divisi Purchasing.  Terdapat 5 strategi yang dapat dipilih perusahaan untuk melakukan pembelian kepada supplier yaitu adalah sebagai berikut:
  1. Multi Supplier 
  2. Single Supplier
  3. Vertical Integration
  4. Kairetsu Network Virtual Company
Memang single vendor memiliki keuntungan dan kekurangan. Keuntungan single-vendor adalah sebagai berikut :
  1. Secara logistik, lebih mudah berurusan dengan hanya satu vendor.
  2. Saat ada masalah dalam suatu lingkungan multi-vendor, ada kemungkinan setiap vendor akan menyalahkan produk dari vendor lain. Pendekatan single-vendor menghilangkan saling tuduh seperti ini.
  3. Mengurangi biaya support dan training.
  4. Lebih hemat biaya, menghabiskan lebih banyak uang untuk satu vendor berrati mendapatkan diskon besar.
  5. Melangsingkan manajemen jaringan.
  6. Mengurangi upaya pengadaan.

Sedangkan kerugian single-vendor adalah:
  1. Hilangnya kemampuan berbelanja dengan kesepakatan terbaik, karena terpaksa mengikuti ketentuan vendor tunggal.
  2. Kurang kekuatan untuk menegosiasikan harga yang lebih rendah.
  3. Hilangkan kepekaan terhadap teknologi baru di pasar.
  4. Resiko besar bagi organisasi, jika support habis, terdapat bug pada produk, atau akibat dari kebijakan politik terhadap vendor.
  5. Dapat dipaksa meng-upgrade produk sesuai dengan jadwal vendor, bukan sesuai kebutuhan organisasi sendiri.

Strategi lain adalah Divisi Purchasing bisa mengaplikasikan strategi multi-vendor. Beberapa kelebihan dari multi-vendor, adalah sebagai berikut :
  1. Kebebasan memilih. Strategi jaringan multi-vendor memberikan wewenang kepada organisasi untuk memilih sehingga memungkinkan terjadinya evolusi dan inovasi terbaik, memunculkan persaingan kualitas dan harga yang pada akhirnya akan menguntungkan pelanggan.
  2. Mendapatkan produk terbaik sesuai dengan kebutuhan organisasi. Vendor tertentu biasanya mempunyai kelebihan pada suatu sisi namun lemah pada sisi lain. Tersedianya banyak vendor, dengan berbagai kualifikasi.
  3. Fleksibel terhadap perkembangan Inovasi. perusahaan akan mampu mengadopsi solusi-solusi baru, sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan bisnisnya. Vendor juga harus terus berinovasi dan berkompetisi, menghasilkan solusi dengan kinerja lebih tinggi namun biaya lebih rendah.
  4. Mengurangi biaya dan resiko. Karena banyak pilihan, persaingan antar vendor semakin ketat, harga kemungkinan besar akan semakin rendah. 
  5. Tidak begitu terpengaruh oleh ketidakstabilan vendor

Sumber :
https://komputasi.wordpress.com/2008/09/22/single-vendor-vs-multi-vendor/
https://www.kompas.com/tren/read/2020/02/10/053000765/terus-mewabah-menimbang-risiko-dan-kerugian-akibat-virus-corona-wuhan?page=all.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/menko-airlangga-virus-corona-di-wuhan-bisa-berdampak-global-value-chain-indonesia/
https://finance.detik.com/industri/d-4895366/pasokan-bahan-baku-industri-ri-bisa-terganjal-corona
https://www.cnbcindonesia.com/market/20200211161723-17-137031/corona-mengganas-emiten-farmasi-cari-alternatif-bahan-baku
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200207/257/1198372/virus-corona-bikin-industri-garmen-krisis-bahan-baku
https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/presiden-china-tidak-ada-phk-massal-karena-virus-corona/ar-BBZRhZx
https://sites.google.com/site/operasiproduksi/manajemen-rantai-pasokan

Wednesday, February 5, 2020

Change Agents

Apa yang dimaksud Agen Perubahan (Change Agents)?


Dalam dunia pengembangan budaya organisasi dan perusahaan, istilah agen perubahan atau agent of change tentu sudah tidak asing lagi. Terlebih ketika membahas hal yang berkaitan terhadap upaya sebuah organisasi untuk memperbarui diri dalam siatuasi perubahaan lingkungan strategik. Setiap perubahan itu membutuhkan orang / individu yang menjadi role model atau pemandu proses berjalannya perubahaan yang terjadi dalam suatu organisasi, agar tercapai tujuan yang diharapkan.

Itulah agen perubahaan (agent of change), individu yang bertugas mempengaruhi target / sasaran perubahan agar mereka mengambil keputusan sesuai dengan arah yang organisasi kehendaki.

Agen perubahan adalah orang yang menghubungkan antara sumber perubahan baik itu inovasi maupun kebijakan organisasi dengan sistem masyarakat yang menjadi target perubahan.


Sumber :
Young HRD

Monday, February 3, 2020

Nendang Kenangan

Senin 03 February 2020
Oleh : Dahlan Iskan

Saya suka sekali pada cara anak muda ini menentukan harga dagangannya. Logikanya begitu baik.

Nama anak muda ini: Edward Tirtanata.

Dagangannya: kopi.

Merknya: Kopi Kenangan.

Harga pergelasnya: Rp 18.000. (ditambah pajak menjadi 20.000).

Mengapa Rp 18.000?

Orang minum kopi itu kan tiap hari. Biasanya. Sehari tidak minum ada yang kepalanya pusing. Atau tidak bisa ke belakang. Ada pula yang mengaku tidak bisa mikir.

Maka kalau harga kopi semahal Rp 40.000/gelas bisa-bisa separo gaji habis untuk minum kopi. Itu kalau gajinya minimum.

Masak gaji dihabiskan untuk minum kopi.

Padahal harga kopi di warung pinggir jalan hanya Rp 3.000.

Maka Edward memilih kualitas kopinya setara yang Rp 40.000 tapi harganya hanya Rp 18.000.

Yang lebih penting lagi kualitas susunya. Unsur susu itu 60 dalam segelas kopi.

Maka susunya harus pula yang terbaik. Yang juga harus sama dengan yang dipakai di kafe asal Amerika.

"Karena itu susunya saya pajang di depan. Biar konsumen melihat sendiri susu apa yang dipakai di Kenangan," ujar Edward pada DI's Way Sabtu petang lalu.

Saya pun melihat merk susu itu: Greenfields. Sama dengan yang dipakai oleh kafe asal Amerika Serikat itu.

Dan gula merahnya harus pilihan. Harus yang dari Sukabumi.

Saya bertemu Edward di gerainya yang di sebelah rumah saya: mal Pacific Place SCBD Jakarta.

Saya tiba di situ lebih dulu. Yakni di lantai bawah --di pojok nylempit di depan supermarket Kem Chick.

Saya memesan menu unggulan di Kopi Kenangan: Kopi Mantan.

Tak lama kemudian Edward datang. Ia mengenakan kaus hitam, celana hitam. Rambutnya yang pendek tidak dirapikan. Badannya gempal.

Umurnya 31 tahun.

Begitu melewati counter Edward memesan kopi satu gelas. Membayarnya. Biar pun pemilik ia memperlakukan dirinya sebagai konsumen.

"Sekaligus kontrol kualitas. Kualitas kopinya maupun layanannya," ujar Edward.

Awalnya Edward hanya membantu orang tua di bisnis kayu. Yakni setelah ia tamat SMA Pelita Harapan Karawaci. Lalu Edward kuliah keuangan dan akuntansi di Northeastern University di Boston, Amerika Serikat.

Pernah juga bekerja sebagai karyawan di kantor akuntan internasional Ernst & Young Jakarta: enam bulan.

Ia coba juga bisnis kain dan pakaian. Tiap hari Edward ke Tanah Abang --pusat perdagangan tekstil di Jakarta.

Suatu saat Edward ke Bursa Efek Jakarta, di sebelah sononya Pacific Place. Ia melihat begitu banyak orang antre membeli kopi. Ia pun mulai berpikir bisnis kopi.

Apalagi ia punya teman baik. Yang sudah lebih dulu terjun ke situ. Kopinya enak. Merknya Toko Kopi Tuku.

Tapi si teman terlihat tidak punya keinginan mengembangkan Tuku-nya besar-besaran. Sejak dulu sampai sekarang gerainya hanya enam.

Tidak ada yang di mal atau di office building.

Maka muncullah gagasan Edward untuk membuat kafe dengan kopi seperti Tuku. Tapi jaringannya harus sangat luas.

Edward bicara kepada temannya itu. Untuk mengambil bahan baku kopi darinya. Lalu ia ciptakan resep sendiri. Yakni campuran kopi Arabika dan Robusta. Ia cari nama sendiri: Kopi Kenangan. "Semua orang kan punya kenangan," kata Edward. Termasuk kenangan pada mantan.

Maka salah satu menu yang disajikan di Kenangan adalah kopi mantan.

Kenapa harus ada campuran robustanya?

"Agar rasa kopinya nendang," ujar Edward --yang pertama kali bisa minum kopi ketika kuliah di Amerika.

Edward pun kumpul-kumpul uang. Ia mengajak dua temannya. Salah satunya adalah mantannya temannya.

Dengan modal awal Rp 150 juta Edward memulai Kopi Kenangan. Gerai pertamanya di Kuningan. Yakni di gedung perkantoran yang digunakan Standard Chartered Bank.

Setelah memiliki beberapa gerai Edward lebih pede. Apalagi dalam tiga bulan pertama usahanya sudah break even point.

Ia pun lantas bertekad mencari dana besar. Dengan target mendapat tambahan modal Rp 100 miliar. Alpha JWC Ventures pun memenuhinya dengan USD 8 juta. Dengan cara menggaet Roc Capital, perusahaan milik penyanyi rap JAY-Z.

Roc Capital menggeret dana berikutnya ke Kopi Kenangan. Besarnya USD 20 juta. Atau hampir Rp 300 miliar.

Edward terus menjual prospek cerah Kopi Kenangan. Yang dalam tiga tahun akan memiliki lebih 1000 gerai di seluruh Indonesia. Akhir tahun depan sudah harus 1.500 gerai.

Ia juga merencanakan mengembangkannya sampai ke beberapa negara manca.

Uang bisa terus didapat. Dari investor luar negeri. Tidak terlalu sulit. Di bidang unicorn nama Indonesia sudah mulai dikenal di dunia investasi. Terutama sejak Gojek dianggap sebagai kisah sukses. Yang lain bisa ikut 'menjual' Gojek sebagai daya tarik masuk Indonesia.

"Kami ini harus berterima kasih kepada orang seperti Pak Nadiem Makarim," ujar Edward. Yang ia maksud adalah pendiri Gojek yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Yang Gojek-nya mendapat kepercayaan begitu tinggi. Dari investor internasional.

Setelah Gojek masih ada Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Semuanya sukses merebut investor dari negara maju.

Edward pun membuntuti di belakangnya.

Dalam dua tahun pertama Kopi Kenangan sudah mencapai 230 gerai. Sudah bisa jualan tiga juta gelas sebulan. Berarti sudah lebih Rp 50 miliar omset sebulannya.

Akhir tahun ini sudah harus 650 gerai. Bukan main. Kian hari kian cepat pertumbuhannya.

Di tahun 2019 Kopi Kenangan memang menorehkan sejarah baru. Berhasil memikat uang milik selebriti kelas dunia. Penyanyi rap terbesar di jagad ini ikut menaruh uangnya di Kopi Kenangan: Jay-Z tadi. Siapa yang tidak tahu Jay-Z --yang juga suami penyanyi besar Beyonce itu.

Petenis dunia Serena William pun ikut tertarik. Serena Ventures menempatkan uangnya di Kopi Kenangan. Serena memang punya lembaga keuangan. Namanya Serena Ventures tadi. Di lembaga itulah uang Serena ditaruh. Untuk diputar ke mana-mana.

Masuknya uang JAY-Z dan Serena menjadi berita besar di Singapura. Media di sana menulis panjang lebar tentang Kopi Kenangan Indonesia itu.

Edward pun bertekad terus mengembangkan Kopi Kenangannya. Sebelum akhirnya, kelak, melantai di pasar modal.

Meski bisa mendapat banyak dana Edward tetap teguh pada garis awalnya. Yakni membuat gerai sekecil mungkin. Dengan perabotan seminimal mungkin.

Gerai itu hanya boleh 50 m2. Harga sewanya pun dipatok: hanya 5 persen dari omset.

Tujuannya: menghindarkan diri dari investasi yang terlalu mahal. Yang akan berakibat pada harga jual kopi yang tidak akan bisa murah.

Misalnya gerai yang saya kunjungi itu. Hanya menyediakan enam meja kecil. Masing-masing dengan dua kursi. Tidak ada sofa. Tidak ada wifi.

"Konsep saya memang grab and go," katanya.

Karena itu Edward membatasi investasi. "Setiap gerai hanya boleh Rp 500 juta," katanya.

Dari nilai itu yang Rp 200 juta untuk membeli mesin kopi. Harus yang terbaik. Bikinan Italia. Keperluan lainnya dibatasi Rp 300 juta.

Konsep Edward lainnya adalah: tidak mau franchise. Semua gerai ia miliki sendiri. Dengan demikian keseluruhan omset gerai menjadi omset perusahaan. "Kalau franchise kan hanya fee-nya yang bisa menjadi omset perusahaan," katanya.

Bagaimana kalau kebetulan tempat yang disewa itu lebih besar dari enam meja kecil itu?

"Sisanya saya sewakan ke orang yang mau jualan makanan," katanya.

Karena itu Edward memiliki perusahaan lain. Namanya The Common. Kalau ada tempat yang melebihi 50 m2, The Common-lah yang menyewa.

The Common lantas menyewakan yang 50 m2 ke Kopi Kenangan. Selebihnya disewakan ke pedagang makanan.

Seperti yang di Pacific Place itu. Ada kios roti di seberang mesin kopi. Semula kios roti itu saya kira bagian dari Kopi Kenangan. Ternyata itu milik orang lain yang menyewa tempat ke The Common.

Saya melihat Edward ini anak yang sangat enerjik. Waktunya habis untuk mengurus Kopi Kenangan. Itulah pacar rielnya saat ini.

"Berarti Anda ini juga punya mantan," kata saya.

"Hahaha... Iya ya... Punya kenangan juga," jawabnya.(Dahlan Iskan)


Sumber
https://www.disway.id/r/823/nendang-kenangan

Lean Six Sigma Logistics

#OpinionDay
Oleh : Suryo Wahono (SSG-339)


Lean adalah sebuah metodologi yang bertujuan menghilangkan limbah atau waste sehingga meningkat kecepatan dan memuluskan aliran. Lean di adopsi dari Toyota production System. Lean tidak fokus pada faktor biaya individu seperti transportasi atau pergudangan, tetapi lebih berfokus pada total biaya. Dengan biaya penyimpanan persediaan mewakili 15 hingga 40 persen dari total biaya logistik untuk banyak industri, membuat keputusan berdasarkan total biaya memiliki implikasi dramatis bagi perusahaan.

Six Sigma adalah metodologi yang bertujuan memahami dan mengurani variasi. Six Sigma menghadirkan model penyelesaian masalah yang dilengkapi dengan pemanfaatan “suara pelanggan” dan alat kontrol proses statistik. Define-Measure-Analyze-Impro-Control (DMAIC) adalah pendekatan selangkah demi selangkah, untuk memahami dan meningkatkan tantangan organisasi. Logistik adalah sebagai bagian dari manajemen rantai pasokan yang merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan secara efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berkaitan dengan arus barang dan arus informasi dari titik awal hingga titik konsumsi. “(CSCMP 2011)

Lean Six Sigma Logistics adalah metodologi untuk memahami dan menguragi variasi yang terjadi dalam proses logistik yang bertujuan menghapus waste atau limbah sehingga meningkatkan kecepatan dan memuluskan aliran dalam rantai pasokan atau supply chain. Sesungguhnya Lean dan Six Sigma memungkinkan perusahaan untuk mengungkap dan menangani pemborosan dan ketidakefisienan. Dalam menggunakan lean dan six sigma dalam logistik diperlukan perubahan pemikiran secara mendasar:
  1. Perubahan pikiran ini mengharuskan perusahaan mengambil keputusan berdasarkan konsep total biaya logistik.
  2. Perusahaan memiliki keberanian untuk menghilangkan limbah dalam berbagai bentuknya. Ini kelihatannya mudah , namun realitanya adalah sebaliknya, aktifitas ini akan bertentangan dengan banyak hal semisal norma organisasi, tradisi manajemen, dan metode akunting dan keuangan.
  3. Dalam melakukan desain dan implementasi startegi logistik berdasarkan prinsip lean dan six sigma maka dibutuhkan Logistics Bridge Model. Logistics Bridge Model adalah model yang dapat digunakan oleh para professional di bidang logistik untuk memebrikan arahan dan wawasan tentang mengatasi tantangan logistik saat ini dan mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. Logistics Bridge Model mempunya 3 prinsip utama : 1. Arus Logistik 2. Kemampuan Logistik 3. Disiplin Logistik

Kita akan bahas tentang Lositics Bridge Model lebih rinci di lain kesempatan ya. Next akan kita bahas.

Monday, January 27, 2020

Strategi Kurangi Sampah Plastik

Circular Economy, Strategi Kurangi Sampah Plastik di Lautan Indonesia

Sampah plastik semakin hari semakin bertambah banyak jumlahnya. Bahkan berdasarkan perkiraan World Economic Forum, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050 nanti. Permasalahan sampah plastik ini harus dapat segera diatasi. Salah satu strategi yang dituntut untuk diimplementasikan di seluruh dunia adalah Circular Economy.

Circular economy ini memiliki visi untuk mengubah cara pandang manusia terhadap plastik kemasan bekas pakai, bukan sebagai sampah, melainkan sebagai komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan. Caranya, material kemasan plastik bekas dipertahankan nilainya dengan digunakan berulang kali. Hal ini dimaksudkan agar plastik bekas dimaksimalkan penggunaannya. Circular economy menciptakan new economic chain atau rantai ekonomi baru.

Selain bermanfaat secara ekonomi, circular economy tentu juga akan berdampak positif pada lingkungan. Hal ini sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang memiliki prinsip 5R. Prinsip 5R tersebut terdiri dari pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce), optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle), proses perolehan kembali (recovery), atau dengan melakukan perbaikan (repair).

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan Rencana Aksi Nasional terkait pengelolaan dan pengurangan sampah di laut. Pengurangan sampah plastik sebesar 70 persen ditargetkan terlaksana pada tahun 2025. Pemerintah menggunakan tiga pendekatan salah satunya adalah sirkular ekonomi. Dua pendekatan lainnya yakni pengurangan sampah plastik di ranah publik melalui gerakan persuasif dan pelayanan teknologi pengolahan sampah dengan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk mendorong aksi waste to energi dan Refuse Derified Fuel (RDF).

Contoh pemanfaatan sampah plastik menurut circular economy yang dilakukan oleh pemerintah ialah pencampuran bahan daur ulang plastik ke dalam aspal untuk membangun jalan. Pemerintah Indonesia telah menerapkan hal ini untuk memperbaiki beberapa jalan umum. Pemerintah juga menggandeng Global Plastic Action Partnership (GPAP) untuk menerapkan beberapa langkah strategis seperti mengumpulkan data pengelolaan limbah lokal dan membangun model evaluasi solusi. Hal ini sangat bermanfaat karena dapat mengkalkulasi investasi yang dibutuhkan, batasan waktu yang diperlukan, serta seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.


Sumber :
https://id.berita.yahoo.com/circular-economy-strategi-kurangi-sampah-111000596.html

Tuesday, January 21, 2020

How to Manage your Supply Chain


Sumber :
https://id.pinterest.com/pin/612911830513905722/

Monday, January 20, 2020

Belanja Online Picu Pertumbuhan Logistik


Munculnya fenomena belanja online telah menjadi pendorong sektor logistik di tanah air. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) sektor logistik (pergudangan dan penunjang angkutan; pos dan kurir) tumbuh di atas 6 persen sejak triwulan III 2015.

Selain itu, pertumbuhan sektor logistik juga selalu di atas pertumbuhan PDB nasional yang hanya berada di kisaran 5 persen. PDB sektor logistik pada triwulan I 2015 baru mencapai Rp 12,8 triliun, tapi pada triwulan II 2017 telah mencapai Rp 15,6 triliun atau naik lebih dari 21 persen.

Pada dua triwulan sepanjang 2017, PDB sektor pergudangan, pos dan kurir tumbuh di atas 7 persen sementara PDB nasional hanya tumbuh 5,01 persen.

Demam belanja online dikalangan masyarakat seiring tumbuhnya masyarakat kelas menengah dan munculnya generasi milenial yang lahir didunia digital membuka potensi peluang bisnis jasa di sektor logistik tanah air.

Sebagai informasi, pasare-commerce Indonesia baru mencapai US$ 1,68 miliar setara Rp 21 triliun atau sekitar 1,2 persen dari total penjualan ritel senilai US$ 145,8 miliar pada 2015 dan diperkirakan akan mencapai US$ 46 miliar pada 2025.


Sumber :
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/10/16/fenomena-belanja-online-picu-pertumbuhan-sektor-logistis

Related Posts