Sunday, November 25, 2018

Testimoni Study Group ke-33

Terima kasih kepada semua peserta Study Group ke-33, terutama yang telah memberikan testimoni berupa pesan, kesan dan masukan. Dengan harapan semoga kegiatan IPOMS dengan Study Group berikutnya bisa lebih rutin dan lebih baik.


[15:26, 11/25/2018] Ruliarsa Arif Pranowo (SSG-127): 
Terima kasih Allah dan terima kasih bapak Fauzi Arif  untuk ilmu yang diberikan. Dan terima kasih bapak dan ibu semua yang berkenan sharing di study group tadi siang. Next study group mudah-mudahan yang jadi pembicara nya Prof. Vincent Gasperz. Amin
πŸ™πŸ»πŸ˜Š

[15:26, 11/25/2018] Maulana Iskandar (SSG-139): 
πŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ
luar biasa mas...Kapan2 diagendakan lagi, kalau bisa agak lama durasinya 
πŸ˜ŠπŸ™

[16:03, 11/25/2018] Salman El Farisi (SSG-134): 
Terima kasih Pak Fauzi dan Pak Agung. Saya baru mendapat suatu pencerahan yg tak ternilai. Pas dgn issues yg saya hadapi saat ini. Dengan Penyampaiannya yg mudah dipahami, merangsang ide2 di otak saya muncul semua...Jazakallah khoyron khatsyron..Semoga Allah balas yg lebih baik dan banyak utk Pak Fauzi serta keluarganya...dan utk Pak Agung doa yg sama, jujur saya sempat pesimis awalnya saat disarankan datang, tapi ternyata, memang LUAARRR BIASA...
πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ™πŸ™πŸ™

[16:39, 11/25/2018] Latif Usman (SSG-138): 
Terima kasih juga kepada Pak Fauzy dan Pak Agung, sharing pengalaman Hari ini amat bermanfaat bagi says dan improvement di perusahaan. Semoga silaturrahim kita berlanjut terus menerus

[16:44, 11/25/2018] Widhy Wahyani (SSG-140): 
Hopefully, it will held in every month

Business Process Improvement Introduction

Terdapat beberapa alasan mengapa perlunya Process Improvement di perusahaan kita, yaitu diantaranya adalah :
  • Pelanggan, klien, atau pemasok Anda mengeluh berkaitan business process
  • Anda menemukan bahwa departemen Anda membuat banyak kesalahan dan / atau membuat yang sama lagi dan lagi. 
  • Anda ingin memahami bagaimana departemen Anda dapat meningkatkan efisiensinya sehingga karyawan Anda dapat menghabiskan waktu mereka yang terbatas pada pekerjaan yang more valuable work
  • Anda telah menerima tanggung jawab untuk new business atau departemen baru, dan Anda ingin memahami pekerjaan itu.
  • Anda menemukan tantangan dengan handoff antar departemen. 
  • Anda ingin meningkatkan produktivitas departemen Anda. 
  • Anda menemukan duplikasi data atau tugas di beberapa departemen. 
  • Anda memulai pekerjaan baru dan ingin memahami bagaimana departemen bekerja.


Inilah yang dibahas pada acara Study Group ke-33 yang diselenggarakan oleh IPOMS (Indonesian Production and Operation Management Society) adalah organisasi nir laba yang merupakan Komunitas Manajemen Produksi dan Operasi Indonesia yang aktif kembali sejak April 2010 dan secara berkala melakukan belajar bersama mengenai berbagai topik yang berhubungan dengan Production & Operations Management.

Dilaksanakan di Departemen Manajemen Teknologi ITS (MMT-ITS) Kampus ITS Tjokroaminoto, yaitu yang berada di Jl. Tjokroaminoto No.12A Tegalsari, Surabaya, yang diselenggarakan pada hari Minggu, 25 November 2018, Pukul 10.00 - 12.30

Materi disampaikan dengan baik oleh DR. Fauzi Arif RH. MM., (Factory Manager at PT Guentner Indonesia).

Apa definisi dari Proses, definisi dasar dari proses adalah serangkaian logis dari transaksi terkait yang mengubah masukan menjadi hasil atau keluaran. Setiap aktivitas atau kelompok kegiatan yang mengambil input, menambah nilai untuk itu, dan memberikan output ke pelanggan internal atau eksternal.

Proses dapan dibagi dan digolongkan menjadi beberapa kelompok, yaitu :
  • Proses Primer dan Proses Pendukung
  • Proses dan Sub Proses
  • Proses level 1, level 2 dan level 3

Untuk memudahkan kita dalam memahami proses makan perlu dilakukan Process Mapping, yang dapat kita lakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Manual writing 
2. Computerized tool, yaitu kita dapat menggunakan sebagai berikut :
  • Microsoft Excel 
  • Microsoft Visio 
  • Specialized tool of process design and automation 
  • Bizagi 
  • ARIS (Architecture of Integrated Information Systems) 
  • Signavio 

Ada satu contoh Process Mapping, yaitu yang disebut dengan Brown Paper Technique, yang dapat kita lihat pada contoh gambar diatas.

Alhamdulillah, akhirnya acara Study Group ke-33 berjalan dengan lancar mulai pukul 10.00 hingga 12.30. Dan kemudian diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama oleh 26 perserta dan 1 narasumber, yaitu :

Peserta
1. Abdullah Nadhif
2. Affandi B. M
3. Agung Ektika
4. Benard Budi Santoso
5. Bram Patriot Ariadji
6. Dedik Kurniawan
7. Denny Witjaksono
8. Erwin K Awan
9. Galih Reksanto Rb
10. Hari Suryo
11. Herman Suryana
12. Jefri Gunawan
13. Judha Purwana Wahju Widjajanto
14. Latif Usman
15. Maulana Iskandar
16. Neo Bherliansyah
17. Resa Anggara Gandhi
18. Rifki Thaufani
19. Ruliarsa Arif Pranowo
20. Salman El Farisi
21. Surya Setiawan
22. Taufan Yanuar
23. Teguh Andriyanto
24. Tjahyo Subroto
25. Widhy Wahyani, ST., MM.
26. Wijanarko Kertowijoyo

Narasumber
DR. Fauzi Arif RH. MM.

Wednesday, October 31, 2018

Study Group 33 : Business Process Improvement Introduction

Proses bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam membangun keunggulan bersaing perusahaan, sehingga Kaplan dan Norton menempatkannya sebagai salah satu perspektif dalam Balanced Scorecard yang mereka kembangkan.

Untuk terus unggul, organisasi senantiasa melihat dan memperbaiki proses bisnisnya secara berkesinambungan sesuai dengan tuntutan persaingan dan visi perusahaan.

Dalam diskusi ini, kita akan belajar bersama tentang apa itu proses bisnis, bagaimana membangunnya dan alat-alat apa yang bisa digunakan untuk membantu kita dalam melakukan Business Process Improvement.


IPOMS Surabaya mempersembahkan :

STUDY GROUP ke-33
Belajar dan Ikut Serta Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Meningkatkan Keunggulan Bersaing Industri Indonesia

TEMA
"Business Process Improvement Introduction"

NARASUMBER :
DR. Fauzi Arif RH. MM., (Factory Manager at PT Guentner Indonesia)

WAKTU & LOKASI :
Minggu, 25 November 2018, Pukul 10.00 - 12.30
Departemen Manajemen Teknologi ITS (MMT-ITS)
Kampus ITS Tjokroaminoto
Jl. Tjokroaminoto No.12A Tegalsari, Surabaya

PENDAFTARAN :
HTM : Rp 100.000
Nomor rekening : 465-041-7009
Bank BCA (atas nama : Wijanarko Kertowijoyo)

Contact Person :
@taufanyanuar
taufanyanuar@yahoo.com
0812 3666 9624

Saturday, October 20, 2018

Back to Basic


Dulu tahun 2010, kita sama-sama dari basic sehingga belajar dari bawah dan sekarang sudah sangat hererogen sehingga memberikan kompleksitas sendiri.

Akan lebih mudah jika komunitas ini dihuni orang yang berorientasi dan tujuan sama oleh karena itu butuh regenerasi jika mau dipertahankan, sehingga lebih mudah beranjak dari basic lagi.

Seiring dengan sudah terlalu lama vakum, bertempat di Cafe Rollas, Cito Surabaya beberapa Pengurus IPOMS Surabaya sepakat bahwa ada baiknya kita Back to Basic.

Monday, October 8, 2018

ASCM - Lebih dari Sekedar Re-branding

ASCM - asosiasi yang sebelumnya dikenal sebagai APICS (Association for Operations Management Advancing Productivity, Innovation and Competitive Succes) - telah sedikit bergelut dalam beberapa tahun terakhir. Nama baru APICS mencerminkan sebuah asosiasi yang berfokus pada rantai pasokan end-to-end.

Pada tahun 2014, organisasi bergabung dengan Supply Chain Council dan mulai menjangkau manajer rantai pasokan tingkat senior.

Tahun 2015, APICS bergabung dengan American Society of Transportation and Logistics dan menambahkan sertifikasi baru dalam bidang logistik, transportasi dan distribusi (CLTD) ke dalam portofolionya.

Pada 2017, ia bermitra dengan Deloitte untuk kompetisi kasus siswanya, menstandardisasi acara yang kini memiliki jangkauan global.


Pada konferensi tahunan yang baru saja berakhir di Chicago pada Selasa lalu, 2 Oktober 2018, APICS secara resmi mengganti namanya menjadi Association for Supply Chain Management (ASCM).

Dalam membuat pengumuman, Abe Eshkenazi, CEO ASCM, mengatakan bahwa ini lebih dari sekedar re-branding, tetapi mencerminkan sebuah organisasi yang berfokus pada “end-to-end supply chain management” (manajemen rantai pasokan end-to-end) dan  “a global operating environment” (lingkungan operasi global).

Sumber :
https://www.logisticsmgmt.com/article/ascm_more_than_a_re_branding

Tuesday, July 10, 2018

Alphabet Soup: TCO, ROI and YOU

By APICS CEO Abe Eshkenazi, CSCP, CPA, CAE
http://www.apics.org/

APICS Vision Statement
APICS—the world’s leading community for end-to-end supply chain excellence.

Supply chain professionals know how to calculate the total cost of ownership (TCO), but now other leaders and decision makers are starting to pay closer attention. This week, Huffington Post featured “Manufacturers are Taking Aim at ‘Total Cost’ With On-Demand Manufacturing,” by Vicki Holt, president and CEO of Pronto Labs.

Consider the APICS Dictionary definition of TCO: “In supply chain management, the total cost of ownership of the supply delivery system is the sum of all the costs associated with every activity of the supply stream. The main insight that TCO offers to the supply chain manager is the understanding that the acquisition cost is often a very small portion of the total cost of ownership.”

Holt suggests that TCO provides a more complete guide to costs and a more accurate indicator of return on investment (ROI). As TCO plays a greater role in production and supply chain decision-making, new approaches are gaining momentum, she writes. On-demand manufacturing is the example highlighted in the article.

“On-demand manufacturing builds on previous procurement and supply chain concepts, including just-in-time manufacturing and lean manufacturing,” Holt writes. “Its goal is simple: produce parts as they’re needed, in the exact quantities needed, and do so repeatedly and cost-effectively. This typically yields lower total production costs as it improves supply-chain efficiency while reducing inventory and other administrative supply-chain costs.”

Some of the benefits of on-demand manufacturing include ease of moving parts from prototyping to low-volume production, reducing cost and complexity, improving on-time performance, reduction in inventory costs, and lower reliance on unreliable production forecasts.

“While the purchase price of a part from an on-demand supplier may be more expensive, the supplier’s use of cost-effective tooling — and ability to improve supply chain agility — can ultimately create better value for production volumes in the tens of thousands per year compared to the larger capital expense involved in working with a traditional [manufacturing] company.”

Supply chain and inventory management essentials

When thinking about the cutting edge of manufacturing and supply chain, it can be helpful to remember the basics. Consider the definition of just in time (JIT) as it appears in the APICS Dictionary: “A philosophy of manufacturing based on planned elimination of all waste and on continuous improvement of productivity. It encompasses the successful execution of all manufacturing activities required to produce a final product, from design engineering to delivery, and includes all stages of conversion from raw material onward. The primary elements of just in time are to have only the required inventory when needed; to improve quality to zero defects; to reduce lead times by reducing setup times, queue lengths, and lot sizes; to incrementally revise the operations themselves; and to accomplish these activities at minimum cost …”

Saturday, July 7, 2018

Halal Bihalal dan Kopdar


Rekan IPOMS Surabaya mengadakan Halal Bihalal sekaligus makan siang di Cafe Rollas, Cito Surabaya, pukul 13:00,

Study Group IPOMS Surabaya semenjak 2010 sebagai grup pembelajaran awalnya identik dengan orang supply chain. Setelah berjalannya waktu cukup heterogen, yaitu tidak saja dari Operations dan Supply Chain namun juga dari orang Finance (10%), orang HR & GA (10%), orang QC (20%).

Ada usulan lain, bahwa kegiatan Surabaya Study Group gandeng dgn komunitas lain seperti IPSCLC dan ALI.