Monday, September 23, 2013

Seminar LSCM: Kerjasama antara ITS dan Kamadjaja Logistics


Tantangan dan Kesiapan Logistik Indonesia dalam Menyongsong ASEAN Economic Community 2015


Latar Belakang

ASEAN Economic Community (AEC) akan diberlakukan tahun 2015. Dengan diberlakukannya AEC maka akan terjadi banyak perubahan dalam hal kerjasama ekonomi, investasi, kegiatan jasa logistik, dan ketenagakerjaan. AEC menghendaki adanya aliran yang lebih bebas dari tenaga kerja untuk bekerja di negara-negara ASEAN dan aturan yang lebih bebas bagi pelaku jasa logistik untuk beroperasi lintas negara ASEAN. Oleh karena itu, AEC membawa peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku ekonomi, termasuk salah satunya adalah perusahaan penyedia jasa logistik yang umumnya disebut sebagai LSP (Logistics Service Provider) atau 3PL (Third Party Logistics) service provider. Dengan adanya AEC perusahaan LSP Indonesia memiliki peluang untuk melebarkan bisnisnya ke negara-negara Asia Tenggara apabila perusahaan LSP Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas untuk melakukan ekspansi ke negara lain di wilayah negara-negara ASEAN. Di sisi lain, perusahaan LSP dari negara ASEAN lainnya juga memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memperluas bisnis di Indonesia.
Pertanyaan yang kita harus jawab saat ini adalah seberapa siap perusahaan LSP Indonesia untuk menyambut peluang dan mengantisipasi tantangan tersebut serta strategi apa yang harus diimplementasikan untuk unggul dalam persaingan di era AEC?Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Laboratorium Logistics & Supply Chain Management (LSCM), Jurusan Teknik Industri ITS bersama PT. Kamadjaja Logistics berinisiatif menyelenggarakan seminar series yang pertama. Seminar series ini akan mengawali kerjasama berkelanjutan antara ITS dan Kamadjaja Logistics untuk memajukan pendidikan logistik serta meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:
  1. Menciptakan awareness terhadap adanya AEC serta dampaknya bagi bisnis penyediaan jasa logistik bagi para pelaku industri logistik, pengguna jasa logistik, dan akademisi terkait dengan bidang keilmuan logistik dan rantai pasok
  2. Mendorong pelaku industri jasa logistik untuk semakin siap dalam bersaing serta para pengguna jasa untuk mendukung upaya tersebut
  3. Menciptakan komunikasi yang positif antara pemerintah, pelaku usaha, pengguna jasa, dan akademisi mengenai situasi yang ada, kebijakan yang akan diberlakukan pemerintah, serta rekomendasi dari hasil riset akademisi.

Tempat dan Tanggal Kegiatan

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Kampus ITS Sukolilo Surabaya pada hari Kamis, 17 Oktober 2013, pada pukul 08.30 – 12.00 WIB.

Format Kegiatan

Format kegiatan akan diatur dalam bentuk panel tiga pembicara dan disertai dengan tanya jawab. Secara rinci jadwal kegiatan adalah sebagai berikut:
  • 08.00 – 09.00  Registrasi
  • 09.00 – 09.10  Sambutan Kepala Laboratorium LSCM ITS
  • 09.10 – 09.20  Sambutan wakil dari Kamadjaja Logistics
  • 09.20 – 09.30  Sambutan dan pembukaan oleh Rektor ITS
  • 09.30 – 11.00  Paparan Pembicara dipandu oleh moderator
    Pembicara 1: Edy Putra Irawady – Deputi Menko Ekonomi bidang Industri dan Perdagangan
               Kebijakan Pemerintah dalam Memajukan Sektor Logistik Menuju AEPembicara 2: Dr. Thananya Wasusri – King Mongkut’s University of Technology
              Findings of Research on LSP among ASEAN CountriesPembicara 3:   Danilo J. Sunga – Kamadjaja Logistics
               Perspektif Pelaku Industri Logistik dalam Menyongsong AEC
  • 11.00 – 12.00  Diskusi / Tanya Jawab dengan Peserta
  • 12.00 – 13.00  Penutupan disertai makan siang dan networking

Peserta Seminar

Seminar ini akan dihadiri oleh pelaku industri logistik, pengguna jasa logistik, mahasiswa / akademisi, pemerintah. Setiap peserta wajib registrasi terlebih dahulu.

Pendaftaran

Pendaftaran bisa melalui e-mail: labscm@gmail.com dengan menyebutkan nama peserta, nama perusahaan, jabatan. Setiap perusahaan dibatasi mengirim 3 orang peserta. 
Seminar Kamadjaja


Sunday, September 22, 2013

Performance Measurement



Tidak terasa acara yang digelar oleh Surabaya Study pada hari Minggu, tanggal 22 September 2013 adalah yang ke-22 sejak dilaksanakan dan diaktifkan kembali 3 tahun lalu yaitu pada bulan April 2010.


Pukul 08.30 peserta Surabaya Study Group mulai berdatangan. Bukan hanya dihadiri oleh para praktisi dari kota Surabaya saja, tapi juga dari kota Sidoarjo, Gresik, Mojokerto bahkan dari Pasuruan, Malang dan Kediri.


Diantaranya yang hadir adalah :

1. Wijanarko Kertowijoyo (PT IMS Logistics, Sidoarjo)
2. Eko Susandi (PT IMS Logistics, Sidoarjo)
3. Taufan Yanuar (PT HSI, Sidoarjo)
4. Rahadian Prabowo (PT.Indospring, Gresik)
5. M. Ikmal (PT Eternit, Gresik)
6. Adi Januar (PT Eternit, Gresik)
7. Judha Purwana Wahju Widjajanto (CEVA Logistics Surabaya)
8. Edi Priyanto (CEVA Logistics Surabaya) 
9. Joko Mulyono (Universitas Widya Mandala, Surabaya)
10. Benard Budi Santoso (PT Indolakto, Pasuruan)
11. Fauzi Arif (PT. Guentner Indonesia, Pasuruan)
12. Arif Subagyo (PT Djabes Sejati, Mojokerto)
13. Joko Siswanto (PT SIMETRI, Malang)
14. Lilia Pasca Riani (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)

Tema yang diangkat untuk didiskusikan kali ini adalah Performance Measurement.


Tepat pukul 09.00, acara diskusi dimulai. Tema yang diangkat untuk didiskusikan kali ini adalah Performance Measurement. Acara dimulai dengan pertanyaan sederhana tapi sangat penting, “Mengapa dibutuhkan pengukuran kinerja?”.

Jika kita akan melakukan perjalanan, maka kita perlu tahu titik start dan dimana titik finish. Dan agar tujuan akhir tercapai kita juga harus menetapkan sasaran antara (shorterm wins) untuk memastikan bahwa kita tetap berada di jalur yang telah ditentukan.

Pertanyaan diatas akan memperkuat definisi dari Pengukuran Kinerja atau Performace Measurement. Materi yang disampaikan oleh Fauzi Arif RH, seorang praktisi yang berkecimpung di bidang QM & CM Dept, PT Guentner Indonesia ini mengalir dari satu slide ke slide yang lain.

Hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11.00, sambil diselingi dengan snack acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Semua peserta cukup antusias tidak hanya dengan bertanya, tapi juga sharing pengalaman di perusahaan masing-masing.

Dan akhirnya tiba di penghujung acara, pukul 12.00, para peserta mengisi kuisioner penilaian diri sistem pengukuran kinerja sambil menyantap makan siang.

Sebagai penutup acara perlu kita merenungkan slide terakhir, yaitu 
“hanya apa yang ditentukan dengan spesifiklah yang dapat diukur dan hanya apa yang dapat diukurlah yang dapat ditingkatkan”.

Wednesday, September 4, 2013

Surabaya Study Group XXII - Performance Monitoring


Performance Monitoring adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi, mendorong, mengukur, mengevaluasi, meningkatkan dan memberikan penghargaan terhadap kinerja karyawan. Jadi manajemen kinerja adalah suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi dengan tujuan individu sedemikian rupa, sehingga baik tujuan individu maupun tujuan perusahaan dapat bertemu, dalam hal ini bagi pekerja bukan saja tujuan individunya yang tercapai tetapi dia ikut pula dalam pencapaian tujuan organisasi, yang membuat dirinya termotivasi serta mendapat kepuasan yang lebih besar.

Surabaya Study Group akan mengadakan pertemuan dan belajar bersama dengan materi tentang "Performance Monitoring", yang akan disampaikan oleh Fauzi Arif RH (QM & CM Dept - PT Guentner Indonesia).

Hari dan Tanggal : Minggu, 22 September 2013
Jam    : 08.30 - 12.30
Tempat    : PT IMS Logistic (Jln Raya Waru KM 15, Sidoarjo)

Jika Bapak dan Ibu berminat untuk mengikuti Surabaya Study Group, silahkan konfirmasi kedatangan dan melakukan pendaftaran ke taufanyanuar@yahoo.com ; wkertowi@gmail.com atau subagyoarif@gmail.com

Adapun jadwal dan materi Surabaya Study Group selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:

1. Januari 2013: Kaizen - Continuous Improvement - Fauzi Arif RH
2. Maret 2013: Production Planning & Running MPS with SAP System - Benard Budi Santoso
3. April 2013: Logistic - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
4. Juni 2013: Managing Customer and Supplier Relationships - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
5. September 2013: Performance Monitoring - Fauzi Arif RH
6. Oktober 2013: Operating Excelent - TBA
7. November 2013: Using Information Technology to Enable Supply Chain Management - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.


Blog : http://surabayastudygroup.blogspot.com/
Twitter : https://twitter.com/sbystudygroup
Facebook Fanpage : http://www.facebook.com/SurabayaStudyGroup

Monday, June 17, 2013

Managing Customer and Supplier Relationships


Customer Relationship Management (CRM) menurut Bill Gates pada Business @ the Speed of Thought “A manufacturer or retailer that responds to changes in sales in hours instead of weeks is no longer at heart a product company, but a service company that has a product offering”

Strategi CRM adalah
4Ps: Product, Price, Placement, Promotion.
Product Life cycle

Supplier Relationships Management (SRM) is a methodology to structure and support relationships with suppliers that will assist in:
–Reducing procurement and excess inventory costs
–Obtaining quality materials at the desired time frame
–Improving processes in an ongoing manner.

Itu merupakan sekelumit ringkasan dari Surabaya Study Group XXI yang mengambil tema Managing Customer and Supplier Relationships, yang disampaikan oleh Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP. Pada hari Minggu kemarin, tanggal 16 Juni 2013.

Beberapa peserta yang hadir adalah sebagai berikut

1. Anang Januariandoko (PT Berau Coal, Kalimantan Timur)
2. Retno Astuti (University of Brawijaya, Malang)
3. Wijanarko Kertowijoyo (PT IMS Logistics, Sidoarjo)
4. Lilia Pasca Riani (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
5. Gan Shu San (Teknik Industri ITS, Surabaya)
6. Parama Kartika Dewa (Teknik Industri ITS, Surabaya)
7. Erna Mulyati (Teknik Industri ITS, Surabaya)
8. Seno Adi Andini, ST. MT. (PT. Monier, Surabaya)
9. Dira Ernawati (Teknik Industri ITS, Surabaya)
10. Reina Angkiriwang (Teknik Industri ITS, Surabaya)
11. Taqwanur (PT Excellent Kencana, Surabaya)

Thursday, June 13, 2013

Pendaftaran Surabaya Study Group yang ke-21 Ditutup

------------------------------- 
Gabung milis IPOMS Surabaya melalui web site http://finance.groups.yahoo.com/group/Surabaya-IPOMS/ 
atau mengirim email ke Surabaya-IPOMS-subscribe@yahoogroups.com 
-------------------------------

Rekan-rekan milis Surabaya-IPOMS,

Terima kasih atas perhatian dan konfirmasi untuk kedatangannya pada acara Surabaya Study Group yang ke-21
Demi kelancaran acara dan kenyamanan peserta, maka pendaftaran kami tutup.

Sampai jumpa hari Minggu, 16 Juni nanti, di PT IMS Logistic, Sidoarjo.
 
Updated peserta:
1. Anang Januariandoko (PT Berau Coal, Kalimantan Timur)
2. Retno Astuti (University of Brawijaya, Malang)
3. Wijanarko Kertowijoyo (PT IMS Logistics, Sidoarjo)
4. Rahadian Prabowo (PT.Indospring, Gresik)
5. Arif Subagyo (PT Djabes Sejati, Mojokerto)
6. Benard Budi Santoso (PT Indolakto, Pasuruan)
7. Joko Siswanto (PT SIMETRI, Malang)
8. Asri Roisul Muttakin (PT MSD - Schering-Plough Indonesia Tbk, Pandaan)
9. Lilia Pasca Riani (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
10. Agung Ektika (PT. Eternit, Gresik)
11. Gan Shu San (Teknik Industri ITS, Surabaya)
12. Parama Kartika Dewa (Teknik Industri ITS, Surabaya)
13. Erna Mulyati (Teknik Industri ITS, Surabaya)
14. Seno Adi Andini, ST. MT. (PT. Monier, Surabaya)
15. Nurhadi (PT Malidas, Sidoarjo)

thanks
taufanyanuar

Sunday, May 26, 2013

Surabaya Study Group XXI - Managing Customer and Supplier Relationships


Supply Chain merupakan suatu rangkaian proses dan aliran yang terjadi pada tahapan rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atas suatu produk. Konsep supply chain ini mengintegrasikan agar efisien antara pemasok, perusahaan manufaktur, pergudangan, dan toko, sehingga barang yang diproduksi dan didistribusi mempunyai kualitas yang baik, lokasi yang tepat, dan waktu yang tepat, agar dapat meminimumkan biaya dan sekaligus dapat memuaskan kebutuhan tingkat pelayanan.

Surabaya Study Group akan mengadakan pertemuan dan belajar bersama dengan materi tentang "Supply Chain Management - Managing Customer and Supplier Relationships", yang akan disampaikan oleh Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP.

Hari dan Tanggal : Minggu, 16 Juni 2013
Jam    : 08.30 - 12.30
Tempat    : PT IMS Logistic (Jln Raya Waru KM 15, Sidoarjo)

Jika Bapak dan Ibu berminat untuk mengikuti Surabaya Study Group, silahkan konfirmasi kedatangan dan melakukan pendaftaran ke taufanyanuar@yahoo.com ; wkertowi@gmail.com atau subagyoarif@gmail.com

Adapun jadwal dan materi Surabaya Study Group selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:

1. Januari 2013: Kaizen - Continuous Improvement - Fauzi Arif RH
2. Maret 2013: Production Planning & Running MPS with SAP System - Benard Budi Santoso
3. April 2013: Logistic - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
4. Juni 2013: Managing Customer and Supplier Relationships - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
5. September 2013: Performance monitoring - Fauzi Arif RH
6. Oktober 2013: Operating Excelent - TBA
7. November 2013: Using Information Technology to Enable Supply Chain Management - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.

thanks
taufanyanuar

Blog : http://surabayastudygroup.blogspot.com/
Twitter : https://twitter.com/sbystudygroup
Facebook Fanpage : http://www.facebook.com/SurabayaStudyGroup

Sunday, April 28, 2013

Monday, April 22, 2013

Dari Kelas Diskusi SSG

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2013/04/21/dari-kelas-diskusi-ssg


Dari Kelas Diskusi SSG

Minggu, 21 April 2013 19:16 WIB | Dibaca: 240 | Editor: Tri Hatma Ningsih | Sumber : Surya Cetak

Oleh : Taufan Yanuar  
Pemerhati Logistic & SCM 
yanuartaufan@gmail.com 
Pertemuan Surabaya Study Group (SSG) Minggu (14/4/2013) lalu menyisakan banyak catatan menarik. Pertama, ini merupakan pertemuan SSG ke-20 sekaligus ulang tahun ke-3, sejak reborn atau reactivation pada 11 April 2010, sebagai upaya meneruskan SSG yang sebenarnya dirintis sejak 2004 namun sempat vakum.

Catatan menarik lainnya, ini menjadi kegiatan pertama SSG diluar kandang, karena semua pertemuan selama ini selalu dihajat di PT IMS Logistic, Sidoarjo. Pertemuan kali ini diadakan di kampus ITS S, bekerja sama dengan LSCM Teknik Industri ITS.

Sedikit mundur ke belakang, SSG adalah komunitas non profit untuk memajukan SDM dan industri di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Komunitas ini secara berkala melakukan belajar bersama mengenai berbagai topik yang berhubungan dengan production & operations management.

SSG mempunyai visi cukup mulia, yaitu belajar dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan keunggulan bersaing industri Indonesia. Proses belajar bersama ini dibimbing banyak pakar, akademisi dan praktisi yang kompeten di bidangnya masing-masing. Sumber pembelajaran memang dapat diperoleh dari mana saja, tak harus di sekolah formal, SSG menjadikan proses pembelajaran itu menjadi menarik karena pakar dan anggota bertemu untuk berbagi.

Pertemuan kali ini bertema cukup menarik, logistics yang disampaikan Prof Ir I Nyoman Pujawan, MEng PhD CSCP. Sekitar dua puluh peserta dengan profesi berbeda dari berbagai kota menyimak paparan Nyoman Pujawan. Logistic, jelas Pujawan, bagian dari proses rantai pasok mulai dari perencanaan, implementasi hingga kontrol dari efisiensi dan efektivitas dari aliran dan penyimpanan barang, pelayanan dan informasi yang terkait dari titik asal barang hingga titik konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan.

Poin demi poin materi disampaikan pemateri dengan gamblang dan mengalir. Peserta aktif merespons dan pemateri menanggapi positif sehingga suasana belajar dan diskusi hidup dan menarik. Semoga visi mulia SSG dapat tercapai.

- See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/04/21/dari-kelas-diskusi-ssg#sthash.fIpBRxXL.dpuf

Friday, April 19, 2013

Practitioners’ Gathering: IPOMS-Surabaya Study Group (SSG)

Indonesian Production & Operations Management Society (IPOMS) is an association in where professionals in production and operation management meet together with academician to discuss some practical matters and problems encountered in real world. IPOMS’s scattered all along the country and established communities in some urban areas such as Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, and Bekasi.
Recently, at April 14th, 2013, IPOMS of Surabaya met together in its IPOMS-Surabaya Study Group (SSG). Accompanied with Laboratory of LSCM of Department of Industrial Engineering of ITS Surabaya, the meeting took place in Campus of Industrial Engineer of ITS Surabaya. Led by Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP, the meeting discussed logistics and supply chain management applications along with its problems and obstacles. Although the meeting took only half day to run, it had successfully invited some practitioners and got them involved in the discussion.
Taufan Yanuar, one of participants of the study group, said that the study group is a routine activity conducted by IPOMS in every one or two months. The activity is meant to refresh some memory back about knowledge acquired while in college especially those related to production and operations management. Cited from IPOMS webpage, “the study group is intended to be a media in where members are prepared to take certification of CPIM and CSCP. Up until this very moment, IPOMS has been international associate from APICS and has been certified to hold certification test of CPIM and CSCP which take place three times a year.

Sunday, April 14, 2013

Logistics



Pertemuan Surabaya Study Group edisi 14 April 2013 ini terdapat beberapa catatan. Pertama ini merupakan pertemuan ke-20 dari sejak re-born pada tahun 2010 lalu.

Catatan kedua, jika dihitung sejak re-born tahun 2010 lalu, maka ini tepat menginjak tahun ketiga. Dimana pada tanggal 11 April 2010 dilakukan kopdar sebagai cikal bakal Surabaya Study sebagai usaha untuk meneruskan Studi Grup di Surabaya yang sudah dirintis sejak tahun 2004.

Catatan ketiga adalah ini adalah yang kegiatan pertama yang dilakukan diluar "kandang". Dimana dari pertemuan ke-1 sampai ke-19 selalu diadakan di PT IMS Logistic, Sidoarjo, sedangkan yang ke-20 ini diadakan di kampus, tepatnya di Ruang TI 103, Teknik Industri ITS Surabaya.


Dengan bekerja sama dengan Lab LSCM (Logistics & Supply Chain Management) sehingga sedikit banyak membantu pengurus Surabaya Study Group. Selain itu juga dari segi ruangan dapat menampung lebih banyak peserta, sehingga juga dapat menambah kenyamanan peserta dalam menyerap ilmu.


Blog : http://surabayastudygroup.blogspot.com/
Twitter : https://twitter.com/sbystudygroup
Facebook Fanpage : http://www.facebook.com/SurabayaStudyGroup

Tuesday, March 26, 2013

Surabaya Study Group XX - Logistic


Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal . Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.

Surabaya Study Group akan mengadakan pertemuan dan belajar bersama dengan materi tentang "Logistic", yang akan disampaikan oleh Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP (Kepala Laboratorium Logistics & Supply Chain Management, Teknik Industri, ITS). 

Hari dan Tanggal : Minggu, 14 April 2013
Jam : 08.30 - 12.30
Materi   : Logistic
Pemateri : Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng, Ph.D, CSCP
Tempat   : TI 103, Jurusan Teknik Industri ITS (dekat Graha ITS)

Peserta yang akan menghadiri Surabaya Study Group XX

1. Arif Subagyo (PT Djabes Sejati, Surabaya)
2. Fauzi Arif (PT. Guentner Indonesia, Pasuruan)
3. Taufan Yanuar (PT HSI, Sidoarjo)
4. Wijanarko Kertowijoyo (PT IMS Logistics, Sidoarjo)
5. Rahadian Prabowo (PT.Indospring Tbk, Gresik)
6. Eko Hariyanto (PT Suparma tbk, Sidoarjo)
7. Asri Roisul Muttakin (PT MSD - Schering-Plough Indonesia Tbk, Pandaan)
8. Tatang Arifainy (PT MSD - Schering-Plough Indonesia Tbk, Pandaan)
9. Lilia Pasca Riani (Universitas Nusantara PGRI, Kediri)
10. Agung Ektika (PT. Eternit, Gresik)
11. Erwin K Awan (PT. Eternit, Gresik)
12. Elisabeth Maria (PT Tirta Investama, Pandaan)
13. Asri Roby Cahyono (PT Tirta Investama, Pandaan)
14. Niko Kurnianto (PT. Kao Indonesia, Surabaya)
15. Joko Mulyono (Universitas Widya Mandala, Surabaya)
16. Didik Djunaedi (PT Tirta Investama, Pandaan)
17. Muhammad Jamian (PT Tirta Investama, Pandaan)
18. Siti Romlah (PT Tirta Investama, Pandaan)
19. Agus Muliyono (PT Tirta Investama, Pandaan)
20. Mono S Patriabudi (Variance Reduction Int.)
21. Syaiful Arief (PT Malidas Sterilindo, Sidoarjo)
22. Muhammad Izdan (PT Malidas Sterilindo, Sidoarjo)
23. Muhammad Haneman (PT Malidas Sterilindo, Sidoarjo)
24. Awalul Liqo (PT Malidas Sterilindo, Sidoarjo)
25. Budi Santoso (PT Malidas Sterilindo, Sidoarjo)
26. Muhammad Ridho (PT. Philips Indonesia, Surabaya)

Adapun jadwal dan materi Surabaya Study Group selama tahun 2013 adalah sebagai berikut:

1. Januari 2013: Kaizen - Continuous Improvement - Fauzi Arif RH
2. Maret 2013: Production Planning & Running MPS with SAP System - Benard Budi Santoso
3. April 2013: Logistic - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
4. Mei 2013: Supply Chain Management - TBA
5. Juni 2013: Managing Customer and Supplier Relationships - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.
6. September 2013: Performance monitoring - Fauzi Arif RH
7. Oktober 2013: Operating Excelent - TBA
8. November 2013: Using Information Technology to Enable Supply Chain Management - I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof.


Blog : http://surabayastudygroup.blogspot.com/
Twitter : https://twitter.com/sbystudygroup
Facebook Fanpage : http://www.facebook.com/SurabayaStudyGroup

Tuesday, March 19, 2013

Production Planning & Running MPS with SAP


Minggu pagi, tanggal 10 Maret 2013, pukul 09.00 sampai pukul 11.00 dilangsungkan pertemuan Surabaya Study Group yang ke-19. Kali ini mengambil tema "Production Planning & Running MPS with SAP System", yang disampaikan oleh Benard Budi Santoso, seorang praktisi dan ahli di bidang PPIC.

Perencanaan dan pengendalian produksi merupakan salah satu fungsi yang terpenting dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Yang dimaksud dengan perencanaan dan pengendalian produksi yaitu merencanakan kegiatan-kegiatan produksi, agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Perencanaan produksi adalah aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan. 


Dengan bantuan perencanaan produksi modul SAP, penjualan dan distribusi, manajemen material, dll dapat dilakukan dengan baik, efektif dan efisien.

Dengan SAP modul mengendalikan seorang pengusaha dapat mengelola dan mengontrol fungsi departemen yang berbeda meskipun satu sistem terpusat. Dengan modul ini ketika sistem terpusat diperbarui semua sistem lain mendapatkan update secara otomatis dan dengan fungsi dari semua departemen dapat dikendalikan dengan lancar.

Sunday, March 10, 2013

Production Planning and Execution


Perencanaan produksi adalah aktivitas untuk menetapkan :
1. Produk yang diproduksi, 
2. Jumlah yang dibutuhkan, 
3. Kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan. 

Dengan bantuan perencanaan produksi modul SAP, penjualan dan distribusi, manajemen material, dll dapat dilakukan dengan baik, efektif dan efisien.

Dengan SAP modul mengendalikan seorang pengusaha dapat mengelola dan mengontrol fungsi departemen yang berbeda meskipun satu sistem terpusat. Dengan modul ini ketika sistem terpusat diperbarui semua sistem lain mendapatkan update secara otomatis dan dengan fungsi dari semua departemen dapat dikendalikan dengan lancar.

Monday, February 25, 2013

People, Culture atau Sistem (part 2)


Tahun 2003, saya pernah melemparkan pertanyaan mengenai permasalahan di Perusahaan yang saya lihat saat kerja praktek di suatu perusahaan Sidoarjo.

Yaitu mengenai prioritas perbaikan dan manajemen perubahan. Antara Sistem, Kultur atau People. Terdapat 22 tanggapan dari 11 member yang menanggapi pertanyaan yang saya ajukan, selengkapnya silahkan klik sistem-kultur-atau-people (part 1).

Lalu setelah 10 tahun, yaitu tahun 2013 ini saya melemparkan pertanyaan serupa. Dengan total 10 tanggapan dari 8 member.

--------------------------------------
People, Culture atau Sistem

Dear rekan milis Surabaya IPOMS,

Dalam dunia industri hampir semua kegiatan bersifat dinamis. Sehingga semua harus siap melakukan perbaikan (improvement) dan perubahan (change). Sehingga banyak perusahaan yang melakukan continuous improvement di semua departemen dan di segala aspek.

Terdapat 3 hal yang terkait dalam suatu perubahan, yaitu People, Culture dan Sistem / Process. Namun tidak semua orang bisa menerima dan melakukan perubahan. Selalu saja ada yang menolak / resistensi terhadap perubahan tsb.

Jika anda adalah pemilik perusahaan atau anda adalah seseorang yang mempunyai kuasa untuk mengendalikan perusahaan apa yang akan anda prioritaskan untuk dilakukan perubahan, apakah People, Culture atau Sistem / Process terlebih dahulu?

thanks
taufanyanuar


Tanggapan #1

Dear All,

Menurut saya yang harus diprioritaskan adalah sistem. System yang baik akan menciptakanculture dan people yang baik. People harus dibina untuk mengikuti system yang sudah ditetapkan. Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan.System yang baik akan meng-encouragepeople untuk improve. Improved system and people will create improved culture.
Just my two cents.

Regards,
Johan


Tanggapan #2

Rekan-rekan,

people dulu tentunya karena manusia adalah masterpiece ciptaanNya. people dan cultureseperti benda dan bayangannya. Bayangan ada karena ada benda tetapi keduanya selalu hadir bersamaan.

Eko


Tanggapan #3

Pak Johan dan Pak Eko,

Ketiga-tiga memang penting dan harus segera dibenahi, namun sebagai prioritas utama saya sependapat dengan pak Johan, Sistem-lah yang harus pertama dilakukan pembenahan sehingga nantinya akan mempermudah kita membenahi 2 faktor berikutnya, yaitu Peopledan Culture / Budaya. 

Jadi semua Standard Operating Procedure (SOP) harus kita review ulang dan benahi. Sistem pengecekan seperti checksheet dan audit juga harus di review. 

Ada pendapat yang lain?

thanks
taufanyanuar


Tanggapan #4

Dear All,

Menurut saya dari perjalanan implementasi culture, mungkin yang perlu kita lakukan di assessment dulu keadaan organisasi sehingga dari dasar itu kita bisa bikin checklist prioritas mana yang akan dibenahi, namun menurut saya Paling dasar adalah people, karena sebaik baiknya system akan tidak berjalan dengan baik bila People dan Culturenya tidak sinergi. Apabila people dan culturenya sudah terbentuk makan system yang akan menyesuaikan keadaan.

Regard’s
Rahadian Prabowo.


Tanggapan #5

Dear all,

Ikut nimbrung, diskusinya menarik tentang perubahan... 

Kalau menurut saya, perubahan itu dimulai dari sistem dan orang dulu. Sistemnya kita buat dan kita harus yakin bahwa sistem yang akan berjalan itu bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, setelah itu kita mulai menggemakan adanya perubahan sistem kepeople...bertahap mulai dari struktur organisasi yang paling atas menuju bawah.

Kalau budaya saya pikir itu akibat... Butuh waktu yang lama untuk mengubah budaya. Sepengetahuan saya rata-rata butuh waktu 2 - 3 tahun utk mengubah budaya di organisasi yang banyak orangnya, 

Desnik


Tanggapan #6

Dear all,

Sekarang coba kita analogikan, apabila sebuah perusahaan sudah berjalan, maka yang kita set-up dulu apakah systemnya atau culturenya terlebih dahulu? Bukanya kalau dengan perubahan system tanpa membentuk culture terlebih dahulu biasanya akan terjadi “Penolakan” atau Statement “Biasanya bisa kok pakai cara lama”

Karena bila kita berkaca dari sebuah litelatur mengatakan Culture merupakan sekumpulan pengetahuan, keyakinan, seni,moral, hukum, adat, kapabilitas dan kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu..

Best Regard's
Rahadian Prabowo


Tanggapan #7

Ini spt "lebih dulu mana : telor atau ayam?"

Kalau kita tarik ke tahun2 sblm perusahaan berdiri atau sistem itu ada, pasti dikarenakan adanya culture yg terbentuk oleh people yg menemukan cara masing2 kemudian didevelop mjd system.

Apakah spt ini mungkin flownya?

People ---> culture ---> system --->people --->culture -----> system ---> people dst

Berkesinambungan

Nah itu kalau jaman dulu, kalau kita bicara jaman modern?
Sistem sdh ada, people dihired pertama kali perusahaan berdiri utk mengikuti system lalu mereka membentuk culture. Lalu people berusaha utk memperbaiki sistem yg ada mjd lbh baik dan efisien dgn memperbaiki culture yg ada yg kemudian perubahan culture itu akan ditangkap dan dijadikan baku dlm sistem

Sistem ---> people ---> culture ----> sistem?

Apa seperti ini mungkin?

Wijanarko


Tanggapan #8

Dear all,

Mungkin ada baiknya melakukan assessment dahulu untuk mengetahui. Kondisi perusahaan, karena setiap case perusahaan berbeda.

Best Regard's
Rahadian Prabowo


Tanggapan #9

Dear Kawan,

Ikut urun rembug……

Untuk melakukan sebuah perubahan, maka kita mesti tahu apa yang harus diubah. Kita tidak bisa mengatakan harus system dulu, orang dulu atau culture dulu sebagai tiga factor yang kita diskusikan.  Bagaimana mengetahuinya, maka kita harus melakukan assessment. Assessment yang didasarkan pada apa yang mau kita capai atau goal dari perubahan yang kita mau buat.

Dari sinilah titik tolak implementasi perubahan dilakukan.

Bagaimana melakukan perubahan? Kita bisa merujuk pada 8 step perubahan yang dikonsepkan oleh Kotter yang step awalnya adalah set of urgency.

Semoga bermanfaat.

Thanks
Jabat erat,
Fauzi Arif RH


Tanggapan #10

Dear all, 

Bisa juga tergantung pada besar dan bentuk organisasi yang akan kita ubah ya pak?
Berarti memang tidak ada acuan yang pasti mengenai hal tersebut ya? 

karena berdasarkan pengalaman saya, semuanya memang dimulai dari apa tujuan dari perubahan tersebut? lalu kemudian system nya kita buat seperti apa yang bisa membawa perusahaan ke tujuan tersebut, kemudian baru kita floor ke orang-orang yang berhubungan dengan perubahan tersebut. 

yang tersulit adalah bagaimana menghadapi penolakan tersebut, karena penolakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak sebentar... :) apalagi hasilnya tidak bisa langsung kelihatan... 

Niko


Source : http://industrialengineeringdepartment.blogspot.com/2013/02/people-culture-atau-sistem-part-2.html


Related Posts