Saturday, August 5, 2017

Kopdar ke-11

KOPDAR yang diadakan hari Minggu, 05 Agustus 2017, pukul 16:00 di Rollaas Café sekarang ini merupakan kelanjutan Kopdar sebelumnya Minggu, 30 Juli 2017, 16:00 yang diadakan di D'kampung Sutos.

Beberapa hasil catatan meeting adalah sebagai berikut :
Tema : Tata Hubungan Formulasi Inventory Management dan Produktifitas dalam Membangun Keunggulan Bisnis

Pembicara : Wahyu Adi CPIM (Inventory Management) dan Dr Fauzi Arif RH MM (Produktivitas)

Moderator seminar : Agung Ektika

Susunan Acara :
Sabtu, 28 Okt (Jam 9.00 s/d 15.00)
9.00 - 10.00 : pendaftaran + space pariwara
10.00 - 12.00 : materi 1
12.00 - 13.00 : lunch
13.00 - 15.00 : materi 2

Tiket peserta :
HTM : Rp 300.000
Earlybird : Rp 250.000
Mendaftar kelompok (min. 5 orang) : Rp 200.000

Fasilitas :
Sertifikat
Lunch

Friday, August 4, 2017

Safety Stock

Diskusi Surabaya Study Group melalui Whatsapp grup dimulai dari pertanyaan singkat : bagaimana cara menghitung safety stok?


Untuk menentukan safety stock ada kaitannya dengan lead time & EOQ (Economic Order Quantity). Dan juga ada faktor forecast juga. Terdapat cara kontrol inventory yang simpel namun tepat guna, yaitu berdasarkan min-max level dan target valuationnya tidak boleh melebihi nominal tertentu..


Lalu bagaimana jika raw materialnya berupa cairan?
Apakah sama dengan tata kelola persediaan raw material benda padat?


Pengendalian persediaan raw material sangatlah penting, contohnya adalah di perusahaan semen, raw material menjadi sangat critical, karena jika ada yang terlambat maka pabrik bisa off, namun disisi lain nilai inventory dibatasi agar net working capital (NWC) yang dikeluarkan perusahaan tetap slim.

Fluktuatif karena struktur kimia raw material utama yang di tambang juga terjadi fluktuasi, sehingga konsumsi materialnya menyesuaikan, juga jika terjadi unplanned stop/breakdown maka scheduling incoming material akan banyak penyesuaian.

Dan yang tak kalah penting di akhir bulan tetap perlu dilakukan material balance dan crosschek dengan physical stock di lapangan, nilai physical stock ini tidak boleh melebihi sejumlah presentase tertentu jika di banding dengan book stock di SAP.

Dengan kata lain raw material tidak boleh sampai melewati safety stok, tapi disisi lain, tidak boleh terlalu banyak membeli raw material.


Mengenai persediaan barang/ produk berukuran kecil, untuk menjaga stabilitas persedian pada produk-produk kecil bisa di lakukan dengan konsep "Integrated cycle count". Konsep ini selalu dilakukan setiap pagi hari berdasarkan pengecekan fisik dan pengecekan secara system informasi. 

Gunanya untuk mengontrol dan melihat kesesuaian jumlah produk yg masuk dan keluar, konsep ini sangat cocok untuk produk fast moving. Dan juga cocok untuk mengevaluasi  jumlah kesalahan ketika terjadi problem pada order picking,  scanning quality control dan shipping produk.

Sunday, July 30, 2017

Kopdar Surabaya Study Group di Sutos

KOPDAR-9

Memakai istilah dalam AADC2, sudah 14 purnama tidak bersua, sehingga sudah saatnya diadakan kopi darat (kopdar) untuk acara temu kangen sekaligus halalbilhalal karena masih dalam suasana Lebaran.

Kali ini kopdar ke-9 dari Surabaya Study Group diadakan di Sutos (Surabaya Town Square) tepatnya di tempat makan D’Kampoeng, yang berada di Surabaya Town Square, 1st Level Unit 17 – 19A, Jl. Adityawarman No. 55, Surabaya, Indonesia.

D'Kampoeng Sutos adalahfoodcourt dengan sentuhan tradisional dengan penataan ruangan sedemikian rupa dan menyajikan sajian khas kota Surabaya. Didukung dengan desain interior yang unik, sehingga menyuguhkan susana yang hangat dan nyaman bagi para konsumen.


Kopdar Surabaya Study Group dimulai pukul 16.00 hingga pukul 18.00 yang dihadiri oleh (dari kiri ke kanan)
  1. Taufan Yanuar (SSG-007)
  2. Fauzi Arif RH (SSG-004)
  3. Rahadian Prabowo (SSG-036)
  4. Ruliarsa Arif Pranowo (SSG-114)
  5. Wijanarko Kertowijoyo (SSG-009)
  6. Arif Subagyo (SSG-001)
  7. Agung Ektika (SSG-037)
  8. Nono (SSG-112)
Dalam kopdar kali ini dibahas mengenai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan juga membahas tentang Produktivitas. Dikarenakan waktu yang terbatas yang membatasi pembahasan topik tersebut sehingga diputuskan akan dilanjutkan pada acara Surabaya Study Group yang akan direncanakan bulan Oktober 2017.

Nantikan info selanjutnya.

Tuesday, February 7, 2017

Alignment

Alignment merupakan salah satu buku dalam seri bahasan Balanced scorecard yang membahas tentang bagaimana pentingnya menyelaraskan organisasi.

Dalam buku The Execution Premium karya Kaplan dan Norton, execution menjadi satu step yang sangat sulit di mata rantai strategic management, banyak perusahaan gagal pada tahap ini dalam mengadopsi tool management kelas dunia.

Kuncinya ada di Leaders dan Leadership serta commitment para Leaders. Selain itu juga konsistensi atau istikomah. Tidak hanya leadership tapi ownership juga penting diperhatikan. Apalagi kalau sudah nyaman dengan keadaan sekarang.

Tuesday, November 29, 2016

Produktifitas dan Efisiensi

Produktifitas adalah aktivitas mengukur jam kerja aktual dalam periode tertentu dibandingkan dengan kapasitas produksi berdasarkan mesin atau jumlah pekerja yang ada.

Rumus yang digunakan adalah :
Produktifitas = Jumlah jam kerja aktual : Jumlah kerja total

Efisiensi adalah tingkat penggunaan sumber produktifitas seperti tenaga kerja dan alat mesin dalam menyelesaikan pekerjaan. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan membandingkan kegiatan produksi aktual dalam periode tertentu terhadap standard produksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Rumus yang digunakan adalah :
Efisiensi = Waktu produksi standard : waktu produksi aktual

Jadi nilai produktifitas itu maksimal 100% dan nilai efisiensi bisa lebih dari 100%

Productivity, do the right thing, actual output vs target output, sehingga value bisa diatas 100%,
Effciency, do the things right, more to resource usage, maka maksimal adalah 100%

Namun untuk produktivitas menyentuh angka 100% agak berat, terlebih jika diatas membahas Avaibility Machine, jika di OEE, mengukur 3 indikator Avaibility, Quality, Performance Rate.

Sunday, October 23, 2016

Take It or Leave It?

Kali ini yang didiskusikan dalam Whatsapp grup dari Surabaya Study Group cukup berat. Yaitu mengambil topik mengenai pemimpin yang kurang capable. Semua itu diawali dari pertanyaan : bagaimana jika kita mempunyai pemimpin yang tidak capable dan bagaimana kita membangun kemampuan perbaikan berkelanjutan dalam perusahaan jika pemimpinnya seperti itu?

Hal ini cukup berat karena pemimpin perusahaan ibarat jantung dari sebuah perusahaan. Namun yang disebut pemimpin tidak melulu pimpinan pucuk perusahaan, namun juga bisa adalah Manager atau Supervisor.

Maka tidak ada salahnya kita harus bisa bedakan antara manager dan leader. Jika manager hanya lebih utamakan target secara commersial terpenuhi tanpa peduli kesulitan bawahan, namun jika pemimpin sekaligus leader maka dia akan tahu bagaimana bawahan dapat mencapai target akan selalu didampingi dan dibimbing bahkan mendengar apa kata bawahan, tidak hanya target perusahaan, tapi juga kehidupan pribadi akan diperhatikan. Karena seorang leader yakin bahwa semua bawahan dan perusahaan akan sukses bila semua juga sukses dalam kehidupan pribadi.

Yang perlu diperhatikan pula adalah mengenai mental karyawan jika jatuh, maka akan mempengaruhi performa karena juga akan ikut turun. Untuk itu membutuhkan recovery yang cukup berat. Terlebih jika dibarengi dengan complain customer.


Ada beberapa pertanyaan fundamental yang mesti dijawab terlebih dahulu yaitu apa maksud capable, factor apa yg mempengaruhinya dan siapa yg boleh menjustifikasinya?


Seorang direktur misalnya direkrut oleh shareholder setidaknya telah dianggap mempunyai kemampuan merealisasikan VISI dan MISI institusi dimana dia diminta menjadi pemimpin. Values si pemimpin tentu menjadi faktor penting dan pasti telah diuji dan dianggap sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan.

Kadang bawahan menilai kapabilitas pimpinan pada cara melakukan sesuatu dimana cara itu dilandasi kemampuan keilmuan. Jika cara pemimpin berbeda dg cara si bawahan, terkadang justifikasi muncul bahwa pemimpin tidak mempunyai kemampuan seperti yang dibayangkan si bawahan.

Ukuran justifikasi salah satunya bisa dilihat dari output KPI yang diharapkan atau yang dihasilkan. KPI berisi semua tolak ukur kinerja seseorang, termasuk kerja team yang harus di-lead oleh seorang pemimpin atau leader.

Ukuran pemimpin pun tidak cukup hanya capable, harus diimbangi juga dengan knowledge, leadership, hard skill dan soft skill. Capable atau bisa tidaknya suatu kepemimpinan ada pendapat yang mengatakan "Let the numbers do the talk".

Misalnya pemimpin sales, maka bisa dilihat dari angka hasil penjualan. Namun yang perlu diperhatikan adalah saat set number atau menentukan target, karena jika tidak tepat maka akan bisa menjadi bumerang, jika terlalu rendah maka tentunya kan terlalu mudah dicapai, namun jika terlalu tinggi maka dapat menimbulkan stres.


Misalnya lagi jika seorang Kepala Produksi, maka kita bisa melihatnya dari seberapa besar output produksi.

Pemimpin seperti seorang pemimpin orkestra, dia harus punya kemampuan untuk menggabungkan skill masing masing org, bayangkan saja kalau terompet, tambur, bas dll main musik sendiri-sendiri.

Pemimpin juga ibarat pelatih sepakbola, tidak harus bisa menggiring bola. Tapi cuma perlu membuat formasi, susunan line-up dan strategi

What you're supposed to do when you don't like a thing is change it. If you can't change it, change the way you think about it. Don't complain.

Take it or leave it?

Tuesday, August 9, 2016

Efisiensi

Diskusi singkat dari Surabaya Study Group melalui whatsapp grup dimulai dari sebuah pertanyaan yaitu mengenai rumusan efisiensi?


Lalu munculah beberapa jawaban, yaitu

Rumus efisiensi 1
Jumlah Output dibagi jumlah Input


Rumus efisiensi 2 (menggunakan OEE)
Avaibility machine x Performance Rate x Quality Rate

Jika kita bicara efisiensi mesin dapat dirumuskan output aktual dibagi output yang diharapkan atau output perhitungan. Dapat pula dikatakan bahwa efisiensi itu perbandingan antara standar dengan aktual.

Related Posts